Cuaca Panas, Hindari Dehidrasi Asupan Minum Air Putih Penting

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Suhu udara yang tinggi di sebagian wilayah Lampung Selatan (Lamsel) tubuh mengalami kekurangan cairan. Sebagai upaya menjaga suhu dan cairan tubuh tetap seimbang konsumsi air putih sangat penting saat cuaca panas.

Desi Novita, bidan Desa Sumur, Kecamatan Ketapang menyebut dalam beberapa hari terakhir suhu udara mencapai 29 hingga 32 derajat celcius berimbas tubuh kekurangan cairan.

Pada wilayah pulau Rimau Balak, ia menyebut suhu bahkan bisa mencapai 33 derajat celcius. Sejumlah warga terutama para wanita dan anak anak mendatangi Puskesmas Pembantu (Pustu) tempatnya bertugas untuk konsultasi kesehatan.

Gejala demam, sakit kepala, batuk dan flu disebutnya kerap dikeluhkan. Paparan sinar matahari dan suhu yang tinggi membuat daya tahan tubuh menurun.

Bidan Desi Novita menyebut ia mengimbau kepada warga di pulau Rimau Balak mengurangi aktivitas luar ruangan. Selain itu kecenderungan warga untuk meminum air es saat cuaca panas berimbas daya tahan tubuh menurun. Ia juga mengimbau warga agar bisa mengonsumsi air putih lebih banyak minimal 8 gelas per hari.

“Saat cuaca panas warga mengeluh sering gerah, berkeringat dan ingin minum es yang menyegarkan namun bagi warga yang memiliki daya tahan tubuh rendah justru rentan demam jadi sebisa mungkin dikurangi,” ungkap bidan Desi Novita saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (25/10/2019).

Kepada sejumlah ibu rumah tangga yang memiliki anak Desi Novita bahkan menyarankan menyediakan tumbler berisi air putih. Sebab saat anak di sekolah dan aktivitas di luar ruangan meminum es jadi pilihan.

Menjaga pola makan dan minum bagi keluarga menurutnya harus diperhatikan bagi sejumlah ibu rumah tangga selama kemarau.

Kepada sejumlah ibu rumah tangga ia memastikan agar menyediakan minum air putih yang cukup di rumah. Kondisi musim kemarau dengan udara kering, lingkungan berdebu mengakibatkan anak-anak rentan penyakit.

Penggunaan masker saat aktivitas di luar ruangan diakuinya sangat penting agar terhindar dari debu.

“Selain dehidrasi saat cuaca panas, gangguan pernapasan kala kemarau sangat rentan terjadi sehingga minum air putih bisa menjaga cairan tubuh,” ungkap Desi Novita.

Selain kepada sejumlah ibu rumah tangga di pulau Rimau Balak, sosialisasi menjaga kesehatan juga dilakukan olehnya di SDN 5 Sumur. Kepada para siswa ia menganjurkan agar saat ke sekolah bisa membawa bekal minuman dalam botol.

Bekal minuman dalam botol tumbler bisa mengurangi anak-anak untuk jajan minuman es. Sementara pada pedagang minuman dengan bahan es ia mengimbau agar memakai air matang.

Aminah, salah satu pemilik warung di pulau Rimau Balak mengaku membeli es batu dari pulau Sumatera. Cuaca panas menurutnya membuat permintaan es batu meningkat. Dalam sehari ia bisa menjual sekitar 50 buah es batu terbungkus plastik.

Aminah, pemilik warung di pulau Rimau Balak membeli es batu untuk dijual selama musim kemarau, ia membawa es batu dari dermaga Muara Piluk menggunakan perahu dengan termos khusus, Jumat (25/10/2019) – Foto: Henk Widi

Es batu kerap dibeli oleh warga untuk mendinginkan air minum dengan harga per bungkus Rp5.000. Selain dijual dengan sistem bungkusan ia kerap menjual dalam bentuk minuman es buah.

“Saya memilih es batu yang dibuat dari air matang sehingga bisa terjaga kebersihannya,” tutur Aminah.

Permintaan akan minuman dengan es menurutnya cukup tinggi saat kondisi cuaca panas. Sebagian pembeli es batu menurutnya merupakan warga di pulau Rimau Balak yang tidak sempat pergi ke pulau Sumatera.

Saat suhu udara panas yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ia bahkan menyebut warga memilih membeli es utuh untuk mendinginkan air yang akan diminum di rumah.

Selain Aminah, pemilik warung lain bernama Samirah di Dusun Keramat menyebut suhu udara tinggi membuat permintaan minuman dengan es meningkat.

Samirah, warga Dusun Keramat Kecamatan Ketapang Lampung Selatan menjual minuman segar sebagian mengandung es yang banyak diminati saat musim kemarau, Jumat (25/10/2019) – Foto: Henk Widi

Membuat es sendiri dengan alat pendingin membuat ia menggunakan air matang. Sebab penggunaan air tidak matang kerap mengakibatkan batuk dan pilek.

“Es batu biasanya dipecah untuk campuran meminum teh manis sehingga lebih dingin, saya selalu menggunakan air matang,” ungkapnya.

Tinggal di wilayah pesisir yang cukup panas membuat permintaan minuman dingin meningkat. Selain menyediakan minuman es batu ia juga menyediakan air mineral yang didinginkan pada lemari pendingin.

Saat kondisi cuaca panas ia juga memastikan anak-anak mengonsumsi minuman dengan es yang sehat  membuat es buah. Sebab asupan buah saat kemarau bisa menjaga tubuh dari dehidrasi saat kemarau.

Lihat juga...