Tanaman Pisang Kepok di Balikpapan Diserang Bakteri

Editor: Mahadeva

BALIKPAPAN – Lahan pertanian pisang kepok di Balikpapan, Kalimantan Timur, banyak yang terserang bakteri pusar riung. Akibatnya, dalam empat tahun ke depan, pembudidaya pisang kepok tidak bisa bercocok tanam komoditas tersebut.

Untuk memulihkan lahan yang terkontaminasi, Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (DP3) Balikpapan bersama petani, membakar lahan dan tanaman pisang yang terpapar virus, agar tidak meluas. “Kami terus berupaya memulihkan lahan budi daya pisang kepok yang terkontamintasi bakteri pusar riung bersama petani pemilik lahan,” kata Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (DP3) Balikpapan, Heria Prisni, Senin (23/9/2019).

Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Balikpapan, Heria Prisni, saat ditemui Cendana News, Senin (23/9/2019) – Foto Ferry Cahyanti

Meski membakar adalah salah satu solusi yang bisa dilakukan, namun hal tersebut tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. Cara lain dengan melalui klasterisasi terhadap potensi hortikultura di masing-masing wilayah. “Agar bisa ditanami kembali, perlu dipulihkan kondisi tanahnya. Bakteri ini bisa menyebabkan tanah tak bisa ditanami pisang kepok antara tiga tahun sampai empat tahun,” ujar Heria Prisni, Senin (23/9/2019).

Bakteri pusar riung menyebar dari tanaman di luar daerah, serta kontaminasi alat pemotong. “Ini yang akan kami perketat, supaya bakteri serupa tidak masuk lagi,” jelasnya.

Potensi Balikpapan sebagai salah satu sentra pisang kepok sebenarnya sangat tinggi. Namun, selama empat tahun terakhir tidak bisa berkontribusi akibat serangan bakteri itu. Balai Karantina Pertanian Kelas I Balikpapan, Abdul Rahman, menyebut, Kalimantan Tiimur memiliki peluang ekspor pisang kepok ke Malaysia. Produksi pisang kepok asal Kaltim mencapai 97.361. Dari angka itu 60 persen disuplai Kabupaten Kutai Timur.

Untuk menjamin kesehatan dan keamanan buah pisang, otoritas karantina melakukan pemeriksaan secara ketat. Setiap pekan, Kalimantan Timur mengekspor 200 ton pisang kepok ke negeri jiran. “Buah yang keluar masuk harus bebas penyakit, dan memiliki sertifikat kesehatan tumbuhan atau phytosanitary certificate (PC),” jelasnya.

Lihat juga...