Ratusan Pekerja Migran Indonesia Diberangkatkan ke Malaysia
Editor: Mahadeva
PADANG – Perusahaan penyedia dan penempatan jasa tenaga kerja dalam dan luar negeri, PT. Andalan Mitra Prestasi, memberangkatkan 200 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sumatera Barat ke salah satu perusahaan terbesar di Malaysia yakni Hartalega SDN. BHD.
Direktur Utama PT. Andalan Mitra Prestasi, Tafyani Kasim, mengatakan, 200 orang pekerja migran yang akan diberangkat itu adalah pekerja perempuan dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Mereka adalah bagian dari 500 pendaftar yang telah diseleksi. Andalan Mitra Prestasi, berkomitmen untuk mengurangi pengangguran khususnya di Sumatera Barat. Sejauh ini, telah memberangkatkan sekira 1.000 pekerja lebih ke berbagai negara seperti Malaysia.
“Jadi perusahaan Hartalega itu, bergerak dibidang memproduksi sarung tangan medis. Pekerja Migran Indonesia ini tentunya dinilai telah memiliki skil yang pas untuk bekerja di Hartalega,” katanya, usai mendampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumatera, Barat Nasrizal, saat melepas keberangkatan 200 pekerja migran, Selasa (24/09/2019).
Tafyani Kasim yang akrab di sapa Ujang menyebut, untuk keberangkatan 200 pekerja migran tidak dipungut biaya serupiahpun. Hartalega menerapkan kebijakan zero cost (gratis), bagi pekerja yang masuk ke perusahannya. “200 pekerja ini akan dikontrak oleh Hartalega selama dua tahun. Gaji mereka itu, kalau di rupiahkan sekitar Rp6 juta per-bulannya. Nah dengan jumlah demikian, bisa menabung Rp4 juta per-bulannya. Nah artinya 200 pekerja ini bakal bisa memperbaiki ekonomi keluarganya,” jelasnya.
Untuk pemberangkatan, saat ini ada kendala sedikit mengenai paspor. Namun untuk hal itu, telah dikoordinasikan dengan pihak Imigrasi Agam, dan sudah mendapatkan komitmen bakal dibantu penyelesaian persoalan tersebut. “Tentu saya berharap, 200 pekerja asal Sumatera Barat ini dapat menunjukan kinerja yang baik. Sehingga ke depannya tidak hanya sebatas di kontrak dua tahun saja, tapi bisa diperpanjang kontraknnya hingga beberapa tahun ke depan,” harapnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumatera Barat, Nasrizal, mengatakan, yang dilakukan PT. Andalan Mitra Prestasi sudah banyak. Kegiatannya membantu pencari kerja, dan juga turut mengurangi angka pengangguran di Sumatera Barat.
Pejabat Sumber Daya Manusia Haratela Malaysia, Muhammad Nasrul Afiq, mengatakan, perusahaan Hartalega merupakan salah satu perusahaan terbesar di Malaysia. Perusahaan tersebut memproduksi sarung tangan medis. Kini perusahaan terus berkembang dan membutuhkan tenaga kerja. Sementara, alasan memilih pekerja asal Indonesia untuk karena dari segi bahasa dan tata cara pergaulan hampir sama dengan Malaysia. Hal itu diyakini, akan memperlancar komunikasi antara pekerja dengan perusahaan, sehingga membuat aktifitas kerja menjadi lebih baik.
“Kita memang mengambil 200 pekerja untuk Hartalega. Sebenarnya Hartalega juga telah mengambil pekerja Indonesia lain dari Sumatera Barat, seperti Jogja dan Medan. Artinya sampai saat ini yang tengah bekerja yang merupakan tenaga kerja asal Indonesia yang ada di Hartalega sekitara 200 sampai 300 orang,” sebutnya.
Nasrul menyebut, pekerja asing yang bekerja di Hartalega tidak hanya dari Indonesia, tetapi juga dari Negara Nepal, Myanmar, dan Bangladesh. Semua pekerja yang didatangkan itu zero cost atau biayanya digratiskan. “Alasan kita zero cost, karena memang begitu aturan di Hartalega memenuhi kebutuhan tenaga kerja. Untuk ke depannya kerjasama ini bisa terus berlanjut dari waktu ke waktu,” tegasnya.