UMKM di Balikpapan Dilatih Pembayaran Digital
Editor: Mahadeva
BALIKPAPAN – Penggunaan transaksi uang elektronik di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, diperkiraan akan terus tumbuh. Prediksi tersebut melihat peningkatan penyedia pembayaran tanpa tunai yang ada di tengah masyarakat.
Perubahan perilaku transaksi itu dipicu oleh keberadaan aplikasi super, yang menyediakan sistem pembayaran sendiri. Perkembangan itu, mendorong pelaku UMKM untuk memahami mekanisme pembayaran digital.

Hal itu dibutuhkan, agar mereka bisa memanfaatkan peluang menjadi mitra dengan banyak keuntungan. “Karena itu, kami memberikan pelatihan kepada UMKM di Kalimantan Timur agar memanfaatkan ekonomi digital, sekaligus mendorong pembayaran digital,” kata Manager HR & CDC Witel Balikpapan, Muh Mas’udi.
Sementara itu, dari 10 pelaku UMKM yang mengikuti pelatihan, sebagian besar belum memahami alur transaksi uang digital. Pelatihan melalui e-learning yang diberikan, dimulai dari pengelolaan keuangan, dasar keuangan, produk dan perdagangan. Ada empat modul yang dijarkan. “Pelatihan ini juga untuk membiasakan mereka menggunakan transaksi digital,” imbuh Mas’udi.
Dengan pelatihan tersebut, diharapkan pelaku usaha bisa meningkatkan pendapatannya. Selain pelatihan, PT Telkom DIVRE Kalimantan, juga menyalurkan Dana Bergulir Program Kemitraan. Di triwulan ini, tercatat ada dana Rp 1,057 miliar, yang digelontokan bagi 30 UMKM binaan. Mereka berasal dari Balikpapan, Kabupaten PPU, Paser dan Kutai Kartanagera.
Penerima bantuan, terbanyak di sektor perdagangan yang mencapaio 45 persen. Sementara untuk sector industri, diharapkan akan meningkat di triwulan selanjutnya. Sektor industri yang ditangani adalah industri rumahan seperti pembuatan brownis, rengginang dan produk lainnya. “Sebenarnya kami dorong terus ini industri. Tapi intinya kita sangat senang banyak industri yang bisa dibangun. Tahun ini, dana bergulir yang akan diserahkan ke UMKM sebanyak Rp 4,5 miliar lebih,” jelasnya.
Sekretaris Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian Balikpapan, Malik effendi, menyebut, upaya Telkom Balikpapan tersebut menjadi ketaatan perusahaan membantu pengembangan ekonomi masyarakat. “Telkom salah satu yang patuh, telah memberikan bantuan sejak 2002,” tandas Malik.
Malik berharap, usaha mikro kecil di daerahnya memiliki legalitas sesuai instruksi Presiden. Untuk memperolehnya dapat mengajukan ke kecamatan. Ke depan, apapun bantuan yang diberikan pemerintah melalui kementerian berupa pelatihan dan bantuan alat, akan diutamakan untuk mereka yang mengantongi legalitas.