Sungai Martapura Saat Ini Tidak Bisa Diolah Menjadi Air Bersih
BANJARMASIN – Air sungai Martapura di wilayah Banjarmasin, saat ini tidak dapat diolah untuk air bersih siap pakai. Hal itu dikarenakan, air sungai Martapura di wilayah Banjarmasin mengandung kadar sangat asin melebihi standar.
Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Ir H Yudha Ahmadi, mengatakan, kadar asinya melebihi standar yang bisa diolah menjadi air bersih siap pakai. “Di atas 2.000 mililiter kadar keasinan air sungai itu perliternya,” ucap Yudha, Selasa (24/9/2019).
Kondisi air asin di sungai Martapura, karena adanya proses intrusi air laut masuk sungai Martapura. Hal itu terjadi, akibat kemarau sudah terjadi lebih dari seminggu. “Terpaksa pengambilan air baku di intek Sungai Bilu dihentikan sementara, karena sungai Martapura di daerah kita lagi sangat asin,” ujarnya.
Dengan terhentinya pengambilan air baku di intek sungai Bilu tersebut, PDAM Bandarmasih hanya dapat mengambil air baku di sungai Tabuk, wilayah Kabupaten Banjar. “Jadi akibat terhentinya pengambilan air baku di sungai Bilu tersebut, daya produksi kita turun 30 persen,” tambah Yudha.
Sementara, daya sedot intek di sungai Bilu hanya mencapai 500 liter perdetik. Sedangkan di intek sungai Tabuk mencapai 1.700 liter perdetik. “Kita tidak bisa mengambil air baku dari irigasi Riam Kanan, sebab air irigasi dimanfaatkan untuk pembasahan lahan karena kebakaran ini,” lanjut Yudha.
Namun dipastikannya, suplai air bersih ke sekira 170 ribu pelanggan akan tetap lancer. Hanya saja, daya yang mengalami pengurangan. “Kita berharap hujan segeranya turun, hingga air sungai Martapura kembali tawar,” pungkasnya. (Ant)