Kerajinan di Pesisir Selatan Berpotensi Menggerakan Perekonomian Masyarakat

Editor: Mahadeva

PESISIR SELATAN – Berbagai usaha kerajinan yang muncul di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat seperti batik dan sulaman, kini mendapat perhatian lebih dari Pemkab Pesisir Selatan.

Kerajinan dinilai memiliki kepastikan dari sisi ekonomi, dan bisa mendukung masyarakat mendapatkan penghasilan yang lebih layak. Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, menyebut, pemgembangan Usaha Kecil Menengah  (UKM) perlu untuk selalu mendapat perhatian. Usaha tersebut dapat membantu meningkatkan kesejateraan masyarakat. Hal yang perlu dilakukan adalah, menciptakan peluang dan terjaminnya pasar bagi UKM.

Sejauh ini, UKM yang telah memiliki pasar adalah usaha kerajinan Sulaman Bayangan  Pesisir Selatan, Batik Tanah Liek yang sudah semakin dikenal oleh berbagai kalangan masyarakat di Sumatera dan Jakarta. Dengan demikian, telah menjadikan salah satu produk andalan  masyarakat Pesisir Selatan. “Kita sangat berkomitmen mendukung UKM ini, bagaimanapun caranya akan kita dorong memiliki pasar. Bahkan di Pemkab Pesisir Selatan terus mempromosikan setiap momen kegiatan yang kita hadiri,” katanya, Selasa (24/9/2019).

Potensi yang dimiliki Kabupaten Pesisir Selatan sangat banyak. Selain pariwisata, pertanian dan industri rumah tangga. Saat ini yang menjadi andalan untuk mengembangkan industri rumah tangga adalah kerajinan Sulaman Bayangan, Batik Tanah Liek, Anyaman, dan indutri rumah tangga lainnya seperti makanan ringan.

Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni saat bertemu dengan masyarakat dalam salah satu kegiatannya, Selasa (24/09/2019)/Foto: M. Noli Hendra

Potensi tersebut harus bisa lebih terangkat dan dikenal. Banyak program yang diciptakan, untuk pengembangan potensi tersebut seperti menciptakan angkatan kerja produktif supaya memiliki produktifitas dan profesional dibidangnya. “Seperti halnya Batik yang sudah dikenal oleh berbagai kalangan masyarakat di Sumatera dan Jakarta, karena Sulaman Bayangan merupakan salah satu produk andalan  masyarakat Pesisir Selatan. Tidak bisa dipungkiri bahwa Pesisir Selatan cukup dapat dibanggakan karena hasil produksi cukup memiliki prospek cerah didalam mengangkat perekonomian masyarakat,” sebutnya.

Untuk itu, hasil produksi harus selalu ditingkatkan, untuk menjawab kebutuhan pasar yang selalu meningkat. Selain itu, juga harus ada inovasi baru sehingga semakin meningkatkan nilai jual. “Kalaupun masih terbatas, ke depannya harus ada pengembangan produksi menjawab kebutuhan pasar. Soal pemasaran, di era Industri 4.0 ini bisa menggunakan situs belanja online,” ucapnya.

Saat ini ada Himpunan Pengusaha Online Internasional (HIPO) Pesisir Selatan, yang bisa menjadi wadah interaksi sesama UKM dalam hal pemasaran dan penjualan. Pemerhati UKM, Supriadi, menyatakan, di era digital saat ini, generasi muda harus memiliki konsep pemikiran kreatif dalam berbisnis.“Era 4.0 atau era digitalisasi sekarang ini kita sebagai organisasi yang hidup di era milenial kita harus mengikut perkembangan zaman,” tegasnya.

Diaturnya bisnis online, dengan keluarnya Undang-Undang No.16/2017, menjadikan ormas bisa mendirikan usaha, seperti halnya HIPO. Apalagi HIPO merupakan aplikasi yang memiliki pendapatan besar dan bisa mensejehterahkan masyarakat. “HIPO merupakan organisasi yang dapat mensejahterahkan masyarakat dan UKM. Untuk itu perlu didukung keberadaannya,” tambahnya.

Lihat juga...