Tingkat Literasi Asuransi Syariah di Indonesia Masih Rendah
Editor: Mahadeva
JAKARTA – Tingkat literasi asunrasi syariah di Indonesaia masih sangat rendah. Masih dibutuhkan banyak edukasi untuk meningkatkan pengetahuan tentang asuransi syariah tersebut.
“Kami sadar bahwa tingkat penetrasi asuransi syariah di Indonesia masih tergolong rendah. Maka, kami perlu mengedukasi masyarakat mengenai prinsip dan pentingnya asuransi syariah,” kata Director of Sales AXA Mandiri, Henky Oktavianus, kepada Cendana News, Selasa (24/9/2019).
Tingkat pengguna produk dan jasa keuangan syariah di Indonesia, masih berada pada angka 11,06 persen. Sementara, indeks literasi keuangan syariah sebesar 8,11 persen. “Ini artinya bahwa dari 100 orang di Indonesia, baru 11 orang yang sudah menggunakan produk. Dan jasa keuangan syariah dan delapan orang yang sudah teredukasi mengenai keuangan syariah,” tukasnya.
Dengan semakin banyak masyarakat yang teredukasi, diharpakan akan lebih banyak keluarga Indonesia yang terlindungi. Saat ini AXA Mandiri telah memberikan perlindungan asuransi syariah melalui lebih dari 59 ribu polis asuransi di 2018. Jumlanya meningkat 80 persen dibandingkan kondisi di 2016, yang hanya 32 ribu polis.
Sedangkan dari sisi pendapatan kontribusi, di tahun 2017 mencatatkan pendapatan lebih dari Rp46,7 miliar. Nilainya meningkat 12,8 persen dibandingkan di 2016 yang hanya sebesar Rp41,4 miliar. Peningkatan jumlah polis asuransi, bukan hanya menjadi pencapaian perusahaan. Tetapi, menjadi bukti semakin banyaknya masyarakat yang sadar akan pentingnya perlindungan dan perencanaan keuangan di masa depan.