Pawai Sepeda Hias, Gali Potensi Budaya Banyuwangi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANYUWANGI – Bulan Agustus identik dengan peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang disambut dengan suka cita. Berbagai event di bulan tersebut selalu menjadi event yang paling ditunggu oleh masyarakat Indonesia, tak terkecuali di Banyuwangi.

Pawai sepeda hias pun digelar di Banyuwangi, melibatkan para pelajar tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Tak ayal para penonton juga setia menonton di tepi-tepi jalan yang menjadi rute pawai ini.

Pawai tersebut mengambil tema “SDM Unggul, Indonesia Maju”, para peserta berlomba-lomba menghias sepeda sekaligus mengenakan kostum sesuai dengan kekayaan budaya lokal yang menjadi aset potensial lokal Banyuwangi.

Potensi-potensi tersebut ditampilkan dalam berbagai bentuk, diantaranya hasil bumi Banyuwangi seperti buah naga, jeruk, pisang.

Selain menghias sepedanya dengan gambar buah-buahan asli Banyuwangi itu, peserta juga menyulap kostum dan hiasan sepedanya sesuai bentuk buah yang mereka representasikan.

Mulai dari bola yang diubah bentuknya seperti buah naga atau jeruk, dan mereka kenakan di kepala seperti topi.

Sementara lainnya tak mau kalah dengan menampilkan potensi kelautan dan perikanan, batik, kuliner Banyuwangi, budaya khas Banyuwangi seperti kebo-keboan dan gandrung.

Tempat wisata Pulau Merah dan Ijen yang menjadi destinasi wisata unggulan juga tak ketinggalan. Ada pula ajakan mencintai olahraga dan membiasakan diri untuk berolahraga secara teratur, serta gerakan mencintai masjid.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (tiga dari kiri) saat menyaksikan pawai sepeda hias dan budaya lokal Banyuwangi dalam menyambut HUT ke 74 RI di alun-alun Banyuwangi, Senin (12/8/2019). Foto: Kusbandono.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, memberikan apresiasinya atas karya kreatif para pelajar Banyuwangi.

“Di bulan Agustus ini kita diajak mencintai kemerdekaan melalui berbagai segmen. Anak-anak sangat suka bersepeda dan menghias sepeda. Ini bagus sekali untuk menumbuhkan kecintaan mereka pada tanah airnya,” ujar Anas kepada wartawan di sela-sela acara melalui rilis yang diterima Cendana News, Senin (12/8/2019).

Anas juga mengaku terkesan dengan hiasan yang ditampilkan.

“Tadi saya lihat hiasannya bagus-bagus dan disesuaikan dengan temanya. Misalnya tema tentang batik, juga disampaikan tentang sejarah batik. Tema tentang jeruk, juga dijelaskan tentang varian dan manfaat jeruk.

Jadi temanya lebih beragam, mengangkat budaya lokal, dan nggak melulu soal perang saja. Ini sekaligus mengingatkan kita bahwa kemajuan sektor-sektor di daerah adalah bagian dari peran kita dalam mengisi kemerdekaan,” pungkas Anas.

Lihat juga...