Padamkan Karhutla, Manggala Agni Palangka Raya Hadapi Puting Beliung
JAKARTA – Tim Manggala Agni Palangka Raya, harus menghadapi puting beliung saat memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Kelurahan Kameloh Baru dan Kalampangan Kecamatan Sebangau Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Video kejadian tersebut viral di media sosial di masyarakat setempat. “Hampir setiap tahun ada puting beliung pada saat panas, di video itu terjadi kemarin saat Iduladha,” ujar anggota kesatuan brigade Manggala Agni Daops 1 Palangka Raya, Rus Effendi, Senin (12/8/2019).
Effendi mengatakan, hal itu tersebut terjadi saat tim Manggala Agni, yang bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, TSAK Kereng Bangkirai dibantu Pemadam Swadaya Masyarakat Peduli Api (MPA) Sabaru, dan Babinsa TNI dan Babinkamtibmas Polri memadamkan api, tiba-tiba puting beliung muncul.
Hal itu terekam kamera salah seorang anggota TSAK Kereng Bengkirai, dan kemudian diunggah ke akun Facebook Manggala Agni Daops 1 Palangka Raya. “Puting beliung itu membawa api sama asap campur air. Setiap hari. Yang terbakar lahan gambut, pohon-pohon tebasan juga terbakar,” ujar Effendi.
Kondisi yang ekstrem menimbulkan kendala, dalam video tersebut anggota pemadam meminta rekannya, untuk mundur saat puting beliung muncul. Namun tim gabungan rupanya terus melakukan upaya pemadaman.
Effendi menyebut, luas lahan yang terbakar sekitar dua puluhan hektare. Namun sekarang sekitar sepertiganya sudah mulai padam. “Kami mengurangi asapnya, karena itu jalur lalu lalang agar tidak mengganggu transportasi darat dan udara,” tandasnya.
Daerah yang terbakar dekat dengan pemukiman penduduk dan juga Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya. Area yang terbakar, merupakan area yang tidak terkelola dengan baik. “Di sana ada perusahaan perkebunan sawit, yang diberi izin mengelola lahan tersebut namun mereka tidak bertanggung jawab karena masih ada masalah dengan negara,” ujar Effendi.
Namun, ada juga lahan masyarakat yang terbakar karena areanya tidak terawat. Tim gabungan khawatir, api muncul di daerah-daerah yang menjadi akses ke perumahan. “Kemarin ada pemadaman juga yang melanda jalan kecamatan langkai. Kami upayakan jangan sampai memblokir perumahan,” ujarnya.
Effendi menyebut, pemadaman dilakukan tim pertama mulai pagi jam 09.00 WIB sampai kondisi aman pada sore. Kemudian kebakaran terjadi lagi di daerah itu, sehingga dilanjutkan pemadaman oleh tim kedua sampai jam 00.00 WIB. “Areanya sangat luas, ditambah kondisinya ekstrem karena puting beliung. Namun kami masih terus berupaya melakukan pemadaman api,” kata Effendi. (Ant)