KONI Sulteng: Pengurangan Cabor di PON XX Rugikan Peserta

PALU – Kepala Sekretariat KONI Provinsi Sulawesi Tengah, Edison Ardiles, mengatakan, pengurangan jumlah cabang olah raga pada Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX, yang dijadwalkan berlangsung di Provinsi Papua, pada Oktober 2020, banyak merugikan peserta.

“Sulteng sendiri bakal terdampak besar terhadap rencana pengurangan cabang olah raga yang akan dipertandingkan dan diperlombakan dalam PON XX di Papua,” kata Edison, Jumat (30/8/2019).

Sebagaimana yang disampaikan Menpora pada rapat terbatas persiapan penyelenggara PON beberapa waktu lalu, akan ada rasionalisasi cabang olah raga dari semula ditetapkan 47 cabang, menjadi 37 cabang.

Ia mengatakan, dari 10 cabang yang kemungkinan akan dikurangi tersebut, ada beberapa di antaranya menjadi cabang yang diharapkan bisa meraih tiket dan medali bagi Sulteng di PON.

Menurut dia, jika rasionalisasi cabang benar-benar dilakukan, maka dikhawatirkan dapat mempengaruhi pencapaian target perolehan medali di PON XX/20.

Karena, cabangnya berkurang otomatis berpengaruh besar terhadap target perolehan medali, dan hal itu bukan hanya Sulteng, tetapi juga peserta PON dari daerah lainnya.

Ditanya soal target Sulteng di PON XX, Edison mengatakan masih menunggu keputusan final tentang rasionalisasi cabang olah raga PON XX.

Khusus KONI Sulteng, hingga kini belum mengambil sikap, tetapi menjadi bahan perbincangan serius oleh para pengurus di daerah ini.

“Sampai hari ini belum ada keputusan resmi dari KONI Pusat. Masih sebatas hasil pertemuan di Kemenpora,” ucapnya.

Tetapi, sambungnya, jika keputusan itu benar-benar dilakukan, maka pihaknya harus menyikapinya dengan bijak.

“Sekadar saran, seharusnya jangan cabangnya yang dikurangi, tetapi nomor pertandingan dan perlombaan yang dirasionalisasi. Sebab, bagaimana pun hal itu akan berdampak negatif kepada psikologi atlet,” tambahnya.

Apalagi, katanya, mereka yang sudah berjuang keras di prakualifikasi PON dan telah berhasil merebut tiket dan medali, tentu akan mengalami kekecewaan berat jika sampai cabang olah raga dimaksud tidak masuk dalam daftar cabang dipertandingkan dan diperlombakan di PON XX.

Bukan hanya atlet yang kecewa, tetapi juga KONI dan para pengurus cabang olah raga di daerah-daerah, sebab untuk masa persiapan sampai mengikuti prakualifikasi bukan sedikit dana yang dikeluarkan. (Ant)

Lihat juga...