Hektaran Lahan Bawang Merah di Bantul Terserang Penyakit
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
YOGYAKARTA — Hektaran lahan pertanian bawang merah di kecamatan Kretek Bantul Yogyakarta diketahui terserang penyakit “Blorok” atau sejenis jamur yang mengakibatkan munculnya bercak daun berwarna merah kecoklatan. Penyakit ini dinilai akan dapat mengakibatkan umbi tidak bisa tumbuh atau busuk sehingga tidak bisa dipanen.

Salah seorang petani bawang merah, Gunarto asal dusun Kalikepel, Donotirto, Kretek, Bantul, membenarkan hal tersebut. Ia menyebut, penyakit Blorok yang menyerang tanaman bawang merah ini mulai muncul sejak sekitar satu minggu terakhir. Hal itu dipengaruhi olah kondisi cuaca yang melanda wilayah Bantul dan Yogyakarta beberapa waktu lalu.
“Penyakit Blorok ini muncul pertama kali sekitar beberapa hari lalu saat terjadi fenomena munculnya kabut di pagi hari. Sejak saat itu banyak tanaman bawang merah di daerah ini terkena penyakit Blorok. Kita sebagai petani hanya bisa mengatasinya dengan cara menyemprotkan pestisida,” katanya saat ditemui Cendananews baru-baru ini.
Selain penyakit Blorok, para petani bawang merah di wilayah Bantul saat ini juga mengeluhkan munculnya serangan hama ulat Grayak. Hama ulat berwarna hijau kecoklatan biasanya menyerang tanaman di bawah usia 15 hari. Tanaman yang diserang akan layu dan menguning.
“Hama ulat Grayak ini sulit diatasi karena dibawa oleh kutu. Kutu ini akan bertelur dengan cara menempel pada daun. Begitu menetas, ulat akan masuk ke dalam daun. Sehingga jika disemprot pestisida tidak akan mempan,” katanya.
Sejauh ini, para petani sendiri, berupa mengatasi serangan hama tersebut dengan cara menyemprotkan pestisida di malam hari. Karena biasanya, ulat Grayak tersebut akan keluar untuk mencari makan.
“Petani yang ingin tanamannya bertahan dari serangan hama penyakit, dan bisa panen, memang mau tidak mau harus rajin-rajin menyemprotkan berbagai macam pestisida. Hal itu membuat biaya yang harus dikeluarkan cukup besar. Mencapai ratusan ribu, untuk sekedar beli pestisida saja,” katanya.
Para petani bawang merah di kawasan Bantul sendiri berharap agar pihak terkait khususnya pemerintah bisa ikut membantu mengatasi persoalan ini. Mereka khawatir jika tidak segera ditangani, tanaman bawang merah yang mereka tanam akan rusak dan mati.
“Ya kita berharap agar pemerintah bisa ikut membantu mengatasi persoalan ini. Paling tidak kita petani menjadi bisa tahu bagaimana cara paling tepat untuk membasmi atau mencegah munculnya hama penyakit ini,” pungkasnya.