Anies Ingatkan ‘Merah Putih’ Pertama Dikibarkan dengan Hibah Nyawa
Editor: Koko Triarko
JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengkukuhkan 54 anggota pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) DKI Jakarta. Anggota Paskibraka ini dibagi dua kelompok, untuk bertugas di dua lokasi upacara bendera, yakni di Lapangan Monas dan Pantai Maju, Jakarta Utara, pada 17 Agustus 2019.
“Kita mulai dengan bersyukur diberi kesempatan menjadi saksi pengukuhan Paskibraka tingkat DKI Jakarta. Saya ucapkan selamat kepada saudara semua yang terpilih mengibarkarkan Sang Saka Merah Putih 2019,” ucap Anies, di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (15/8/2019).
Menurut Anies, Paskibraka tersebut adalah orang-orang yang terpilih bisa mewakili warga Jakarta untuk mengibarkan Sang Saka. Anies menganggap, mengibarkan bendera Indonesia bukanlah hal yang sepele.
Dia mengatakan, bendera itu didapatkan dengan pengorbanan jiwa dan raga para pendahulu untuk meraih kemerdekaan. Meskipun menaikkan bendera sekarang hanya membutuhkan waktu sebentar, namun untuk memperjuangkannya zaman dahulu memakan waktu puluhan tahun.
“Sekarang tanggung jawab yang sedang dititipkan kepada Anda semua anak-anak muda terpilih,” kata Anies.
Selain itu, Anies mengajak para anggota Paskibraka berefleksi mengenai perjuangan pengibaran bendera sang merah putih yang membutuhkan perjuangan besar dari para perintis kemerdekaan.
“Amanat tersebut bukan sekadar mengibarkan bendera saja, tapi Anda harus menyadari, bahwa bendera itu dinaikkan pertama kali membutuhkan hibah nyawa, darah, tenaga, dan pikiran para perintis kemerdekaan, sehingga amanat yang dititipkan ditunaikan layaknya kita menghargai para pendiri republik ini,” ujarnya.
Dia juga mengapreasi para anggota Paskibraka yang telah lulus dalam seleksi, sekaligus menitipkan pesan, agar para anggota Paskibraka menjaga dengan baik amanat untuk mengibarkan bendera Sang Saka Merah Putih.
“Baru saja Anda dikukuhkan dan tanggung jawab yang dititipkan adalah untuk mengkibar tinggikan merah putih, bukan hanya pada saat upacara dua hari lagi, tetapi di semua sektor tempat Anda berkarya,” jelasnya.
Sementara itu, Komandan Upacara, Sabrina Shafwa, mengaku senang bisa mengibarkan bendera Merah Putih di Pulau Reklamasi menjadi yang pertama kali sebagai petugas upacara di sana.
“Saya dan teman-teman bangga. Karena angkatan pertama yang mengibarkan bendera di pulau reklamasi. Latihan sebelumnya di parkiran Monas. Satu minggu ini sudah latihan di Pulau Reklamasi,” kata Sabrina.
Paskibraka berasal dari berbagai sekolah tingkat SMA/SMK di berbagai wilayah di Jakarta. Tiap siswa harus melewati seleksi ketat pelatihan Paskibraka dari tingkat Kelurahan, Kecamatan, Kota hingga Provinsi. Setelah melewati berbagai tes dan tahapan, terpilih 54 pelajar putra dan putri.
Nantinya dari 54 pelajar tersebut, terdiri dari 26 pasang yang akan bertugas untuk upacara di Pulau Reklamasi. Sementara, satu pasang lainnya terpilih untuk menjadi Paskibraka di Istana Negara.
Saat acara, Paskibraka mencium bendera merah putih sebagai tanda telah dikukuhkan sebagai Paskibraka DKI Jakarta 2019.