Pramuka Harus Jadi Agen Perubahan

Editor: Koko Triarko

LARANTUKA – Pramuka Kwartir Ranting (Kwaran) Wulanggitang Kwartir Cabang (Kwarcab) Flores Timur (flotim) mengadakan perkemahan bersama, memperingati hari Pramuka ke-58, di bumi perkemahan Hokeng, Kwaran Wulanggitang.

“Saya turut berbangga untuk momen yang penuh indah ini. Tak disangka, ketua Pramuka Kwarcab Flores Timur juga berkenan hadir bersama kami,” sebut Damsianus Tukan, panitia perkemahan Kwaran Wulanggitang, Kamis (15/8/2019).

Segenap anggota, kata Damsil, sapaannya, berkumpul dan menyalakan api unggun memperingati HUT ke-58 Pramuka. Pihaknya percaya, seluruh kegiatan dari awal hingga berakhir, semuanya akan berjalan baik dan indah.

Sementara itu, Ketua Kwarcab  Flores Timur, Agustinus Payong Boli, mengatakan, Pramuka adalah kader-kader pemimpin masa depan. Gerakan Pramuka adalah satu-satunya sarana untuk membentuk diri menjadi agen-agen yang baik untuk masa depan.

Nilai Dasa Darma Pramuka harus dapat dimengerti dengan baik  di Siaga hingga di tingkat Penegak. Dirinya berpesan,  untuk membawa hal-hal baik guna menempa diri di dalam mengalami kesulitan.

Wakil Bupati kabupaten Flores Timur, NTT, Agustinus Payong Boli, SH., -Foto: Ebed de Rosary

“Sebagai Pramuka, kita harus berusaha mencari jalan keluar untuk mengubah hidup dari waktu ke waktu. Tantangan kita menjadi kekuatan untuk membangun diri kita dengan baik,” tegasnya.

Agus, sapaannya, juga mengucapkan terima kasih dan hormat kepada bapak ibu guru pembina, karena mencintai Pramuka dan menjadikan Pramuka sebagai kurikulum wajib di sekolah untuk membina adik-adik Pramuka.

Pramuka, sebutnya, sudah menjadi kurikulum wajib di sekolah secara nasional, karena negara memandang perlu untuk dapat membentuk karakter yang baik, mulai dari sekolah. Dan, wadah yang baik adalah melalui Pramuka.

“Diperkenankan Dana Bos untuk mendukung gerakan Pramuka. Nanti ada latihan di setiap sekolah demi mendukung gerakan atau kegiatan Pramuka, untuk anak didik agar dapat bertumbuh dan berkembang secara baik,” ungkapnya.

Menurutnya, ada tiga tugas pokok yang akan dikerjakan bersama ke depan. Pertama, Pramuka untuk mencetak pemimpin masa depan. Karena itu, akan ada latihan berjenjang dengan tujuan dapat memberi pembekalan anak sejak dini.

Kedua, jelas wakil bupati Flotim ini, Pramuka sebagai agen resmi untuk menumbuh kembangkan wirausaha muda. Untuk mendukung pekerjaan dan menggenjot masalah ekonomi.

“Ketiga, Pramuka Flores Timur sebagai agen satu-satunya untuk merawat bumi. Sebagai agen sosial di tengah masayarakat, dapat menolong masyarakat dan lingkungan sosial. Seluruh mata air daerah Flores Timur adalah tugas Pramuka,” tuturnya.

Agus menegaskan, pada 2019 lewat kegiatan Pramuka akan ditanam 10.000 pohon pelindung di Flores Timur. Juga mendata sumber-sumber  mata air, baik yang kering maupun masih ada, karena bisa menghasilkan debit air yang makin membaik untuk 10 tahun ke depan.

“Sebagai anggota Pramuka, kita harus menjaga daerah pantai. Pramuka harus mencegah abrasi pantai, menjaga terumbu karang dan ekosistem lainya. Jika kita maju, maka masyarakat Flores Timur akan maju,” ucapnya.

Pramuka, tambah Agus, menjadi wahana satu-satunya membentuk kader-kader pemimpin masa depan. Pemimpin masa depan adalah agen perubahan.Tidak ada satu perubahan tanpa gerakan.

“Tidak ada satu gerakan yang yang tidak menghasilkan perubahan. Kita bangga jadi gerakan Pramuka Flores Timur untuk membangun Flores Timur  ke depan,” pungkas Agus.

Lihat juga...