Warga DKI Lolos Seleksi Bisa Huni Rusun Samawa Klapa Village Mulai Agustus 2019

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Provinsi DKI Jakarta, Kelik Indriyanto, menuturkan, warga yang sudah lolos seleksi permohonan kredit program rumah DP Rp0, bisa menghuni rumah vertikal atau rumah susun (rusun) itu pada Agustus 2019.

Nantinya pihak Bank DKI akan mengumumkan pendaftar yang permohonan kreditnya disetujui pada pertengahan atau akhir Agustus 2019.

“Untuk program rumah DP Rp0 di Klapa Village yang Samawa ini akan siap diserahterimakan kepada penghuni sekitar pertengahan atau akhir Agustus nanti,” kata Kelik, di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu, (24/7/2019).

Kelik menjelaskan, berdasarkan Peraturan Gubernur 104 Tahun 2018, program Rumah DP Rp0 ditargetkan untuk warga DKI yang masuk kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan memenuhi syarat. Sehingga harus dilakukan proses seleksi sebelum penempatan, agar penerima tidak salah sasaran.

Kelik juga menyampaikan, BUMD Perumda Pembangunan Sarana Jaya masih merampungkan pembangunan rusunami tersebut. Ada beberapa fasilitas publik yang saat ini masih dibangun.

“Pembangunan fisik oleh Sarana Jaya tinggal penyelesaian sarana dan prasarana pendukung fasilitas publik, antara lain lift, taman, mushala, ruang terbuka, serta parkir motor dan parkir terbatas mobil,” kata Kelik.

Sementara itu, Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Dinas Perumahan DKI Jakarta, Dzikran Kurniawan, menyampaikan, dari seluruh pemohon yang dinyatakan sesuai syarat, dibagi menjadi dua kategori. Yakni, prioritas pertama sebanyak 899 orang, dan prioritas kedua 891 orang.

Dari 2.359 pendaftar, ada 1.790 warga yang lolos. Sisanya tidak dapat diterima karena berbagai alasan. Termasuk memiliki sejumlah aset mewah.

Prioritas pertama dibuat berdasarkan beberapa aspek, seperti kemampuan pemohon mencicil angsuran rumah, memenuhi syarat sesuai Pergub Nomor 104 Tahun 2018, tidak memiliki utang, kalau pun ada masih di bawah Rp100 juta. Artinya, cicilan utang tersebut bisa berjalan bersamaan. Diprioritaskan keluarga yang belum memiliki rumah.

“Juga tidak memiliki kendaraan roda empat, atau tidak sedang mencicil kendaraan roda empat. Itu beberapa hal yang kita pertimbangkan sebagai prioritas pertama,” kata Dzikran.

Di sisi lain, bagi pemohon yang tidak lolos seleksi ditengarai beberapa faktor. Salah satu yang menonjol karena pemohon memiliki kendaraan mewah. Hal ini tentu bertentangan dengan prinsip rumah DP Rp0 untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

“Ada pendaftar juga yang memiliki kendaraan seperti Alphard, kemudian teridentifikasi memiliki kendaraan Porche warna merah, kemudian Porche Boxster, kemudian ada juga yang memiliki motor Harley Davidson, jadi itu faktanya,” terangnya.

Dia mengatakan, pihaknya menyeleksi calon penghuni secara maksimal, termasuk melibatkan Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD), sehingga bisa tepat sasaran.

Dzikran menjelaskan, dengan seleksi yang ketat juga bisa digunakan untuk mengantisipasi adanya kemungkinan kredit macet. Dia memastikan, segala persiapan termasuk teknis pembayaran sedang dimatangkan.

“Jadi, cicilannya sudah kita simulasikan itu antara Rp1,2 sampai Rp2,3 juta. Sehingga bisa terjangkau untuk yang penghasilan Rp4 juta sampai Rp7 juta,” tutur Dzikran.

Dzikran tidak menampik, bahwa kredit macet bisa ditemukan dalam penyaluran program ini. Karena itu, untuk penyelesaiannya mengikuti mekanisme kredit macet di perbankan.

“Tapi, unit itu bisa dialihkan ke masyarakat berpenghasilan rendah lainnya,” katanya.

Untuk kepemilikan rumah DP Rp0 ini, setiap pemohon yang lolos akan diberi Sertifikat Hak Milik (SHM) strata title atau setara sertifikat hak milik rumah susun. Untuk unit yang tersedia, yakni rumah tipe 36 dan 21.

Rusunami Klapa Village dibangun sejak Januari 2018 oleh Pemprov DKI Jakarta, melalui badan usahanya, Perumda Pembangunan Sarana Jaya. Jumlah unit yang tersedia 780 unit.

Unit hunian dibagi ke dalam tiga tipe, yakni tipe studio 21, satu kamar tipe 24, dan dua kamar tipe 36. Harga tiap unit bervariasi, dari Rp184 juta untuk yang tipe paling kecil hingga Rp310 juta yang dilengkapi dua tempat tidur tipe 36.

Rumah tersebut dihargai Rp184 – Rp341 juta. Proses KPR dilakukan di Bank DKI. Dengan kisaran cicilan yang dibebankan Rp1,2 – Rp2,3 juta per bulan, dengan bunga fixed 5 persen selama 15 tahun atau 20 tahun. Rumah DP Rp0 ini juga telah didukung fasilitas Transjakarta 7P rute BKN – Cawang.

Total pendaftar rumah DP Rp 0 sebanyak 2.359 orang. Setelah melalui proses seleksi dan verifikasi dokumen oleh Pemprov DKI, terdapat 1.790 orang yang memenuhi kriteria untuk masuk tahap selanjutnya.

Lihat juga...