Permintaan Udang Vaname Tinggi Akibat Pasokan Ikan Laut Minim

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Minimnya hasil tangkapan dampak dari cuaca buruk angin timur yang menimbulkan gelombang pasang dan angin kencang membuat pembudidaya udang vaname kebanjiran permintaan. Petambak terpaksa memasok udang dan ikan hingga dua kali lipat dari biasanya.

Samiran, salah satu pekerja di pengepulan udang putih atau vaname menyebutkan, pada kondisi normal, dalam sehari udang dikumpulkan mencapai satu ton udang vaname. Namun imbas cuaca buruk, permintaan meningkat, mencapai 2 ton. 

“Meski permintaan tinggi akan udang vaname namun harga masih stabil,” ungkap Samiran saat ditemui Cendana News, Senin (15/7/2019).

Udang vaname perkilogram ukuran 100 (per kilogram berisi 100 udang) dibeli dari petambak seharga Rp50.000 dijual Rp60.000, ukuran 80 dibeli dari petani Rp60.000 dijual Rp70.000, ukuran 50 dijual Rp80.000 dijual Rp90.000 dan udang besar ukuran 47 dibeli hingga Rp100.000 dan dijual Rp120.000 per kilogram.

Faktor cuaca yang bagus untuk sektor perikanan budidaya menurut Samiran membuat tambak udang bergairah. Saat kemarau dengan pasokan air cukup dari saluran laut timur membuat petambak bisa maksimal membudidayakan. Sebaliknya saat penghujan dengan tingkat kadar asam air hujan petambak tradisional kerap dihantui penyakit myo dan white spot akibat kondisi air.

“Musim kemarau justru sangat bagus untuk budidaya udang karena minim resiko kebanjiran dan penyakit,”papar Samiran.

Meningkatnya permintaan udang, memberikan keuntungan tersendiri bagi penyedia jasa angkut hingga penyortiran. Jasa angkut mendapat upah Rp30.000 untuk setiap blong atau drum plastik berisi 100 kilogram udang. Jasa pemilahan atau penyortiran dengan upah Rp50.000 perhari juga ikut diuntungkan saat panen udang stabil.

Samiran menyebut panen udang secara berkelanjutan setiap hari tergantung tambak yang panen. Pada pertengahan Juli 2019 ia menyebut sejumlah petambak rata rata melakukan panen parsial. Hal tersebut dilakukan saat permintaan udang tinggi memasuki usia 50 hingga 70 hari dari panen normal 90 hari.

“Saat harga udang membaik dan cuaca baik petambak kerap memilih panen parsial dan dipanen total saat usia mencukupi,” cetusnya.

Santi, pedagang ikan laut menyebutkan, jenis ikan laut yang tidak bisa ditemui di pasaran biasanya ditangkap dengan jaring, seperti tongkol, simba, tengkurungan hingga selar. Sebaliknya jenis ikan dengan cara tangkap memancing rawe dasar masih bisa diperoleh seperti lapeh, kuniran, kerapu dan sejumlah ikan karang.

“Kami menjual ikan laut dalam jumlah terbatas, namun ada pilihan udang vaname yang juga disukai masyarakat,” ungkap Santi.

Selain menyediakan udang vaname dari tambak, ia dan pedagang lain menyediakan ikan air tawar. Di antaranya lele, mujahir, gurame dan mas.

Lihat juga...