Masyarakat Papua Barat Diimbau Waspadai Banjir
MANOKWARI – Badan Penanggulan Bencana Daerah Provinsi Papua Barat mengimbau, masyarakat mewaspadai bencana banjir dan longsor.
“Di saat daerah lain sudah memasuki musim panas dan kemarau, puji Tuhan di sini kita masih terus hujan. Di wilayah Jawa ada beberapa daerah yang sudah mengalami kekeringan, tapi kita di sini air melimpah, ini wajib disyukuri,” kata Kepala BPBD Papua Barat, Derek Ampnir, Minggu (7/7/2019).
Menurutnya, Papua Barat mengalami dampak perubahan iklim global. Hujan hingga cuaca ekstrem berpotensi terjadi daerah tersebut. Dampak buruk yang harus diwaspadai diantaranya, bencana banjir, longsor serta angin kencang.
Beberapa waktu lalu, banjir melanda dua distrik di Kabupaten Maybrat. Bencana tersebut sudah ditangani BPBD setempat dan provinsi, yang segera meninjau lokasi. “Baru beberapa hari lalu, masyarakat di Distrik Ayamaru dan Aifat terkena banjir. Di daerah lain pun harus waspada, termasuk Manokwari dan Kota Sorong,” jelasnya.
BPBD di setiap kabupaten dan kota diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan. Langkah cepat harus dilakukan saat bencana terjadi, sehingga kerugian akibat bencana tersebut dapat dikurangi.
Daerah yang memiliki potensi besar bencana banjir dan longsor diantaranya Kabupaten Teluk Wondama, Pegunungan Arfak, Manokwari, dan Kota Sorong. Selain wilayah permukiman masyarakat, banjir juga mengancam lahan pertanian terutama padi dan holtikultura.
“Lahan padi di Manokwari, Manokwari Selatan juga Kabupaten Sorong beberapa kali diterjang banjir. Ini harus diwaspadai, karena daerah-daerah ini merupakan pusat penghasil beras di Papua Barat,” tandasnya.
Instansi terkait diminta meningkatkan upaya antisipasi, agar banjir tidak merusak lahan dan tanaman. “Cuaca yang tidak menentu seperti ini biasanya juga berdampak pada peningkatan populasi hama. Ini juga mungkin patut menjadi perhatian, agar petani tidak mengalami gagal panen akibat serangan hama,” pungkasnya. (Ant)