‘Furniture‘ Berbahan Aluminium dan Kaca Makin Diminati
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Furniture rumah tangga berbahan aluminium dan kaca, makin diminati masyarakat sebagai alternatif mempercantik penampilan rumah. Hal ini pun menjadi peluang tersendiri yang dimanfaatkan oleh Nurkholis, warga Dusun Pasuruan Bawah, Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan (Lamsel).
Menurut Nurkholis, furniture berbahan aluminium dan kaca banyak diminati, karena dinilai lebih awet, lebih ringan, lebih kuat dan memiliki nilai seni dibandingkan furniture dari bahan lain seperti kayu.
Ia mulai menekuni usaha furniture aluminium dan kaca sejak dua tahun silam. Ia merintis usaha tersebut, dengan modal keterampilan yang sebelumnya diperoleh dari bekerja pada usaha yang sama. Semua pesanan dikerjakan di samping rumahnya, di sebuah ruang khusus seluas 4 x 8 meter persegi.
Pesanan pertama yang dikerjakan tersebut berupa etalase konter selanjutnya berbagai furniture rumah tangga, seperti lemari baju, lemari hias, meja televisi, rak piring, rak kompor, gas kitchen set, gerobak bakso, akuarium, kotak amal, meja belajar dan sebagainya.

“Permintaan furniture aluminum banyak diminati oleh warga yang ingin mengganti perabotan kayu, serta ingin menambah furniture di rumahnya agar lebih menarik,” terang Nurkholis, saat ditemui Cendana News, Selasa (30/7/2019).
Selain membuat sejumlah furniture, Nurkholis juga membuat partisi berupa kusen pintu, jendela dan kaca mati. Sejumlah furniture tersebut dibuat sesuai keinginan pelanggan, yang umumnya para ibu rumah tangga yang ingin menambah estetika rumahnya.
Bahan baku alumunium diakuinya dibeli dari toko di Patok,Kecanatan Way Panji. Sejumlah aluminum yang difungsikan untuk profil dibeli dengan ukuran 6 meter, dengan harga sesuai ukuran mulai harga Rp20.000 per batang hingga ratusan ribu rupiah.
Sementara untuk bahan baku kaca dibeli lembaran dengan ukuran ketebalan 3 hingga 4 milimeter. Per lembar ukuran 1 meter x 2 meter dan ukuran lain, dibelinya dengan harga mulai dari Rp100.000.
Berbagai jenis furniture dijual menyesuaikan ukuran, dengan harga jual mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Permintaan furniture berbahan alumunium dan kaca juga mengikuti tren. Sebelumnya, tren penggunaan aluminium didominasi dengan warna silver. Selanjutnya tren aluminium dengan berbagai jenis warna, di antaranya emas dan berbagai warna lain yang makin bervariasi, menyesuaikan perkembangan zaman. Sebab, sejumlah desain bisa dilihat dari internet.
“Konsumen saat ini kerap mencari desain dari internet, sehingga saya harus bisa memenuhi keinginan pelanggan,” tutur Nurkholis.
Nurkholis juga memanfaatkan gawai untuk promosi. Sejumlah produk yang dibuatnya telah diunggah di media sosial. Selain itu, ia memaksimalkan tools Google, seperti Google Maps, untuk mempermudah pelanggan. Sebagai sebuah usaha yang membutuhkan kreativitas, ia mengaku terus belajar dari internet.
Dengan usahanya ini, Nurkholis mengaku bisa mendapatkan omzet berkisar Rp30 juta hingga Rp40 juta. Omzet tersebut diperoleh dari pesanan permintaan rumah tangga, lembaga pendidikan dan rumah ibadah.
Ia mengatakan, menjelang hari raya Iduladha ini sejumlah ibu rumah tangga juga memilih menambah furniture untuk mempercantik penampilan rumah. Permintaan hingga puluhan unit menjadi sumber penghasilan baginya.