Cegah Malaria Puskesdes Pulau Rimau Balak Bagikan Kelambu

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Cegah penyakit akibat gigitan nyamuk, Pusat Kesehatan Desa (Puskedes) kepulauan, Desa Sumur membagikan 85 kelambu bagi warga yang tinggal di kepulauan Selat Sunda tersebut.

“Kelambu yang dibagikan merupakan jenis dengan insektisida,” sebut Desi Novita, Amd. Keb, bidan Puskesdes Pulau Rimau Balak kepada Cendana News, Jumat (5/7/2019).

Dikatakan, kelambu yang mengandung insektisida harus dipakai dengan benar, terutama saat tidur dan tidak boleh dicuci.

“Upaya pencegahan dari gigitan nyamuk dengan pembagian kelambu merupakan program Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Ketapang dan sasaran ke warga pulau di dekat pantai yang endemis malaria,” papar Desi.

Tidak hanya malaria, petugas kesehatan juga memberikan pemahaman Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Hal tersebut tidak terlepas dari daerah yang selama kemarau pasokan air untuk kebutuhan mandi, cuci, kakus (MCK) menjadi sulit.

Sebagian warga memanfaatkan air hujan dengan cara melakukan penyaringan di dalam drum plastik. Sebagian terpaksa membeli air bersih dengan galon dan harus menggunakan perahu.

“Keberadaan sumur yang debitnya menyusut menjadi satu tantangan bagi upaya menjaga kesehatan di pulau tersebut,” sebutnya.

Kebutuhan air bersih berhubungan dengan kesehatan diakuinya menjadi perhatian utama selama ditempatkan di pulau tersebut hampir tiga tahun. Meski ada bantuan fasilitas tempat penampungan air bersih namun kini tidak berfungsi.

Kondisi lingkungan di perkampungan nelayan Dusun Gusung Berak,Desa Sumur Kecamatan Ketapang Lampung Selatan. Foto: Henk Widi

Santi, salah satu warga Pulau Rimau Balak mengaku mendapatkan satu kelambu. Wanita yang memiliki balita tersebut sangat terbantu karena selama musim kemarau, potensi nyamuk malaria bisa terjadi.

“Kelambu anti nyamuk bisa dipergunakan saat sang anak tidur di siang hari dan malam hari. Kelambu membuat anak nyaman istirahat tanpa gigitan nyamuk,” sebutnya.

Selama ini Santi dan warga pulau Rimau Balak menyebut masih memanfaatkan air hujan untuk keperluan mandi dan mencuci. Khusus untuk minum ia bahkan membeli galon air bersih berisi 19 liter yang bisa dipergunakan selama empat hari seharga Rp5.000.

“Kebutuhan air bersih sangat penting karena berhubungan dengan kesehatan masyarakat terutama musim kemarau,” pungkasnya.

Lihat juga...