Anies Berharap, Pemerintah Pusat Tuntaskan Solusi Pencari Suaka

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan, tanggungjawab pencari suaka ada di pihak United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) dan Pemerintah Pusat. Untuk itu, dia mengharapkan segera ada solusi yang diputuskan bagi para pencari suaka sehingga tidak lagi menjadi beban Pemprov DKI.

“Karena itulah dengan UNHCR. Mereka yang bertanggung jawab untuk mengelola, dengan Kemenlu, Kemenkumham, karena mereka yang memiliki otoritas,” ujar Anies di kawasan Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (21/7/2019).

Pasalnya, sampai kini Pemprov DKI masih menanggung kebutuhan dasar para imigran tersebut, yang saat ini ditampung di Kalideres, Jakarta Barat. Sebenarnya pihaknya tidak mempunyai kewenangan mengurusi para pengungsi.

Anies mengatakan, bantuan yang selama ini diberikan hanya berdasarkan rasa kemanusiaan kepada para pencari suaka.

“Kami di Jakarta memfasilitasi imigran dalam konteks kemanusiaan. Kami sesungguhnya tidak memiliki kewenangan, tetapi kenyataan mereka ada di wilayah kami, di Jakarta. Maka, kita membantu sebatas aspek kemanusiaannya, sementara jangka panjang bukan kewenangan kita,” tuturnya.

Menurutnya, para pencari suaka yang berada di wilayah DKI, bakal terfasilitasi kebutuhan dasarnya.

“Bagian kami adalah ikut memastikan siapa saja yang  berada di wilayah DKI ini terfasilitasi kebutuhannya dasarnya. Air, makanan, kita bantu di situ. Kita sambil lihat jangka panjang karena harus ada solusi permanen,” tambahnya.

Sementara itu, terkait penolakan warga sekitar Kalideres terhadap keberadaan para pengungsi, Anies berharap pemerintah pusat dapat segera menyelesaikan soal pengungsi.

“Ya, kita berharap untuk bisa dikelola. Dan kita juga mengharapkan agar pemerintah pusat bisa lebih cepat menyelesaikan,” tandas Anies.

Seperti diketahui sebelum pindah di Kalideres, para pencari suaka sempat mengokupasi trotoar di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Keberadaan mereka di Jalan Kebon Sirih salah satunya bertujuan meminta kejelasan kepada UNHCR mengenai bantuan yang diberikan.

Kini, pencari suaka itu sudah 10 hari. Para imigran dari sejumlah negara masih tinggal sementara di Gedung eks Kodim, Jalan Bedugul, Kalideres, Jakarta Barat.

Para imigran tersebut berasal dari sejumlah negara konflik seperti Afganistan, Pakistan, Cina, Irak, Iran, Sudan, Somalia, Italia, Ethiopia dan Palestina.

Lihat juga...