Nelayan Berharap Ekowisata Mangrove Kariangau Dongkrak Ekonomi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BALIKPAPAN – Nelayan perairan Teluk Balikpapan mengharapkan ekowisata mangrove Kariangau yang dikembangkan saat ini bisa menggerakkan ekonomi warga sekitar, sekaligus menambah pendapatan sehari-hari.

Menurut nelayan yang tinggal di RT 01 Kelurahan Kariangau, Soleh, sejak peristiwa tumpahan minyak yang terjadi pada 2017 lalu berdampak pada tangkapan ikan dari aktivitas melaut yang dilakukan sehari-hari menurun. Penurunan itu mempengaruhi pendapatannya untuk menghidupi keluarganya.

Nelayan di kawasan Kariangau, Soleh, berharap ekowisata mangrove dongkrak pendapatannya, Minggu (21/7/2019) – Foto: Ferry Cahyanti

“Selama kena dampak ya tak bisa dipungkiri agak menurun. Kadang kita mendapatkan untung kadang nggak mendapatkan,” katanya, Minggu (21/7/2019).

Pendapatan melaut setiap tiga hari bisa mencapai Rp200 ribu dengan dampak yang dirasakan bisa turun 20 persen.

“Sehari itu kalau melaut saya bisa dapat Rp200 ribu. Kemudian turun, dan ada juga melaut sambil bekerja sebagai tukang serta petugas kebersihan,” ucap pria yang sudah berprofesi sebagai nelayan sejak tahun 1960.

Soleh mengaku cara mencari ikan yang dilakukannya adalah dengan menjala. Kemudian saat ini yang dilakukan selain menjala ikan yaitu budidaya kepiting.

“Sekarang dengan adanya ekowisata yang dibangun perusahaan Pertamina harapannya dapat menambah penghasilan. Karena kami ini juga punya tanggungan anak sekolah,” bilang pria setengah baya ini.

Soleh menambahkan budidaya kepiting ini dibantu oleh perusahaan kemudian dilanjutkan oleh kelompok tani nelayan yang ada di sekitarnya.

Kemudian, ibu-ibu sekitar membuat makanan ringan hasil dari ikan laut dan kepiting yang dibudidayakan.

“Hasil budidayanya kita bisa jual di restoran ekowisata. Makanan ringannya seperti amplang dan lainnya,” imbuh Soleh.

Lihat juga...