Sumbar Gelar Festival Biduk Keluarga Peringati HARGANAS
Editor: Koko Triarko
PADANG – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatra Barat, menyelenggarakan Festival Biduk Keluarga di Kota Padang, dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) dalam hitung mundur jelang 2020.
Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno, mengatakan, melalui Festival Biduk Keluarga itu, ada makna yang dapat dipahami bahwa dalam keluarga bukan hanya memberikan keturunan saja, tetapi harus ada nilai-nilai dasar membangun respect terhadap diri sendiri, orang lain maupun kepada lingkungan.
Ia menyebutkan, peran keluarga sangat penting dalam memberikan pembentukan karekter anak, mulai dari akhlak budi pekerti, agama, sopan santun dan pendidikan untuk bekal masa depannya.
Ia berharap, program BKKBN dapat tersosialisasikan ke masyarakat dalam mengaktualisasikan delapan fungsi keluarga, dan membangun karakter bangsa, melalui perwujudan keluarga yang agamais, cinta kasih, perlindungan, ekonomi, sosial pendidikan, reproduksi, sosial budaya, dan pembinaan lingkungan.

“Festival Biduk Keluarga ini diharapkan dapat menjadi salah satu tempat untuk mensosialisasikan kepada keluarga, agar menjadi keluarga yang bahagia. Untuk itu, saya mengajak mari sama-sama sukseskan HARGANAS XXVI 2020 di Sumatra Barat, yang kini telah di mulai,” katanya, Minggu (30/6 /2019) sore.
Menurutnya, HARGANAS XXVI 2020 bukan hanya tanggung jawab BKKBN, tetapi tanggung jawab bersama. Untuk itu, mulai saat ini hitungan mundur, mari digaungkan dan dihebohkan dengan merancang menjadi keluarga yang sejahtera.
Sekretaris Utama BKKBN, Nofrijal, mengatakan HARGANAS XXVI sekaligus menjadi ajang menggelorakan dan mensosialisasikan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), guna mewujudkan bangsa Indonesia yang berkarakter dan sejahtera.
Ia menilai, HARGANAS mengingatkan bersama akan pentingnya delapan fungsi keluarga secara optimal, meliputi agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi, pendidikan, ekonomi dan lingkungan sebagai sumber kekuatan untuk membangun bangsa dan negara.
“Mari ciptakan kebersamaan bersama keluarga, luangkan waktu bersama keluarga. Mari wujudkan keluarga yang sejahtera,” imbaunya.
Diselenggarakannya Festival Biduk Keluarga ini, ditanggapi positif oleh Pemerintah Kota Padang. Menurut Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah, Festival Biduk Keluarga yang diselenggarakan di Padang, menjadi langkah awal bagi Pemko Padang yang akan menjadi tuan rumah kegiatan nasional.
Ia menyebutkan, Kota Padang bakal diramaikan puluhan ribu orang dari seluruh Indonesia pada 2020 nanti. Hal itu menyusul diselenggarakannya beberapa perhelatan nasional yang berpusat di ibu kota Provinsi Sumatra Barat itu.
“Beberapa agenda nasional akan dipusatkan di Kota Padang pada 2020 nanti. Di antaranya Pentas Tani-Nelayan dan HARGANAS, serta beberapa agenda yang diselenggarakan Pemko Padang sendiri,” katanya.
Untuk itu, acara Festival Biduak Keluarga dalam rangka menghitung mundur menuju satu tahun Harganas 2020, setidaknya akan hadir 80 ribu orang dari luar daerah untuk dua kegiatan tersebut. Selaku tuan rumah, Padang harus mempersiapkan akomodasi dan sarana prasarana lainnya untuk menyambut iven nasional tersebut.
“Tentunya berdampak kepada hotel-hotel akan penuh, bahkan sampai ke hotel bintang dan homestay sederhana akan penuh. Dampaknya tentu perputaran uang akan meningkat, sehingga ekonomi masyarakat terdorong dengan sendirinya,” ujarnya.
Menyambut itu semua, lanjut Mahyeldi, sarana dan prasarana objek wisata tahun ini mulai dibenahi. Di sekitar tempat-tempat perbelanjaan juga diciptakan suasana bersih dan nyaman.
Kepada semua dinas terkait, harus turut memberikan sentuhan inovasi terkait program-program Pemko Padang, agar momen kegiatan besar benar-benar membawa manfaat yang besar pula.
Menurutnya pula, di Padang dinilai lokasi yang tepat. Pasalnya, Pemerintah Kota Padang sudah memiliki program yang konsern terhadap ketahanan keluarga yang digencarkan sejak 2017.
Program yang diinisiasi Wali Kota Padang Mahyeldi itu disebut Program 18-21.
“Kita sudah punya program 18-21 yang sudah digencarkan pelaksanaannya. Program ini sejalan pula dengan Kementerian Agama yang mencanangkan “magrib mengaji” serta program “kembali ke meja makan” dari BKKBN,” jelas Mahyeldi.
Program itu mengajak semua keluarga berkumpul di rumah mulai 18.00 (menjelang maghrib) sampai dengan 21.00 atau beberapa saat selepas salat isya.
“Ayah atau ibu mengajak putra-putrinya salat berjamaah, di masjid atau di rumah masing-masing. Sepanjang waktu itu, gadget dijauhkan dan televisi dimatikan,” terang Mahyeldi.