Mobil SKPD-BUMD DKI Turut Meriahkan Jakarnaval 2019
Editor: Koko Triarko
JAKARTA – Sejumlah mobil hias dari berbagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan BUMD Pemprov DKI Jakarta, turut memeriahkan Jakarnaval 2019.
Pantauan Cendana News di lokasi, mobil hias Pemerintah Kota Jakarta Pusat, menyerupai kereta moda raya terpadu atau mass rapid transit (MRT) Jakarta. Badan kereta itu ditempeli gambar wajah Ondel-ondel. Sekeliling kereta dihiasi berbagai macam jenis bunga. Ada pula tulisan “Wajah Baru Jakarta” di bagian bawahnya.
Selain mobil hias berbentuk kereta MRT Jakarta, ada pula mobil hias berbentuk rumah ada Betawi, Tugu Monas, hingga Ondel-ondel. Kemudian penampilan kendaraan “transformer” milik Unit Pelaksana Kebersihan (UPK) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
Kendaraan nomor urut 60, yakni “Transformer” atau kendaraan alat berat eskavator spider beratraksi dengan menunjukkan kemampuan manuvernya menjadi target warga untuk diabadikan menggunakan ponsel pintar.
Warga menyebut, kendaraan berat tersebut “transformer” karena aksi manuvernya dengan mengangkat keempat rodanya serta ‘memainkan’ alat keruknya mirip dengan aksi mobil yang bisa berubah menjadi robot di film ‘Transformers’.
Menurut petugas pengendali alat berat sarana dan prasarana UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Fari Handoko, spider merupakan eskavator serbaguna yang memang diperuntukkan di berbagai jenis medan.
“Eskavator untuk mobilitas tinggi dan segala medan. Misalnya, untuk melangkahi saluran kecil maupun besar yang tidak terjangkau eskavator tradisional,” tutur Fari.
Padahal, menurutnya, spider sudah beratraksi pada Jakarnaval 2018 lalu dengan tujuan memberitahu warga, bahwa DKI Jakarta mengerahkan berbagai alat untuk menjaga Jakarta tetap bersih dan bebas banjir dan sampah.
Jakarnaval 2019 juga dimeriahkan parade budaya. Parade ini menampilkan berbagai budaya Betawi dan budaya wilayah lainnya di Indonesia. Warga tampak menikmati musik dan lagu-lagu yang mereka mainkan.
Tak hanya itu, ada pula para abdi dalem Keraton Yogyakarta turut memeriahkan parade budaya Jakarnaval 2019. Mereka mengenakan pakaian keprajuritan bernuansa merah dan putih dilengkapi sepatu berwarna hitam.
Ada abdi dalem yang membawa keris dan ada pula yang membawa senjata berupa tombak. Barisan para abdi dalem tersebut dipimpin oleh ketua prajurit yang memakai pakaian bernuansa hitam dan putih.
Selain kebudayaan Yogyakarta, ada pula kebudayaan daerah lainnya, yakni ores gambang kromong dari Pesranggahan, Jakarta Selatan, membuka parade Jakarnaval 2019 dengan membawakan lagu wajib nasional “Indonesia Pusaka” dan “Ibu Pertiwi”.
Tidak hanya membawakan lagu wajib nasional, orkes gambang kromong tersebut juga membawakan lagu-lagu Betawi, antara lain Jali-Jali, Kicir-Kicir, dan Gerimis Aje.
Menurut Dinas Pariwisata, nama gambang kromong diambil dari nama alat musik, yaitu gambang dan kromong. Gambang kromong juga merupakan paduan yang serasi antara unsur pribumi dan Cina. Unsur Cina tampak pada instrumen seperti Tehyan, Kongahyan, dan Sukong, sementara unsur pribumi berupa kehadiran instrumen seperti gendang, kempul, gong, gong enam, kecrek dan ningnong. Selain budaya dalam negeri yang memeriahkan Jakarnaval dari Reog Ponorogo hingga Ondel-Ondel, ada pula kebudayaan asing dari Korea Selatan.
Menurut Kepala Bidang Destinasi dan Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Hari Wibowo, dua kedutaan besar itu menampilkan kostum nasional negara mereka dalam Jakarnaval 2019.
“Kedutaan Besar ada 2, dari Korea Selatan dan Maroko yang ikut parade. Mereka ikut parade pawai berjalan menggunakan kostum nasionalnya,” ujarnya.
Menurutnya, tujuan Jakarnaval ini untuk mengenalkan Jakarta sebagai kota seni dan budaya dalam negeri. “Tujuan pelaksanaan Jakarnaval untuk menunjukkan kepada masyarakat luas, bahwa Jakarta memang dikenal sebagai kota dengan beragam aktivitas seni dan budaya. Berbagai iven ada di sini, komunitas pun berkumpul di sini,” tutupnya.