Batu Tumbuh Jatiraden Dipercaya Peninggalan Zaman Padjajaran
Editor: Koko Triarko
BEKASI – Situs budaya peninggalan sejarah Batu Tumbuh, di RW 08 Kelurahan Jati Raden, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat, kerap dikunjungi warga untuk melakukan ritual tertentu. Batu Tumbuh dipercaya warga sebagai batu peninggalan Pangeran Rangga, keturunan dari Raja Padjajaran.
“Meskipun secara resmi belum ditetapkan sebagai cagar budaya, situs Batu Tumbuh di Kelurahan Jatiraden, setiap hari selalu dikunjungi warga dari berbagai daerah wilayah di Bekasi,” ujar Chandra, pemerhati pendidikan juga sebagai warga Jatisampurna kepada Cendana News, Minggu (30/6/2019).
Dikatakan oleh warga sekitar, Batu Tumbuh Jatiraden dipercaya sebagai salah satu peninggalan sejarah. Lokasinya berdekatan dengan tempat pemakaman umum (TPU) dan posisi Batu Tumbuh sendiri terkesan dikeramatkan, dengan dibuatkan tempat rumah khusus.

“Kami, bersama Lembaga Perlindungan Pelestarian Lingkungan Hidup Republik Indonesia (LPPLH-RI) kemarin melakukan penaman pohon di sekitar lokasi Batu Tumbuh,” ujar Chandra.
Batu Tumbuh di Kelurahan Jatiraden berada dekat pemukiman warga. Batu tersebut tingginya sekira satu betis orang dewasa dan ada ventilasi sekitarnya. Pada malam tertentu, Batu Tumbuh tersebut banyak dikunjungi warga dengan membawa kemenyan, dupa dan lainnya untuk melakukan ritual.
Tidak jauh dari lokasi Batu Tumbuh tersebut, ada makam Mbah Raden, makam tersebut dipercaya sebagai makam sesepuh kampung setempat. Keberadaannya juga selalu ramai diziarahi warga.
“Batu tumbuh tersebut dipercaya sebagai peninggalan sejarah era Pangeran Rangga, yang merupakan keturunan dari Raja Padjajaran,” ungkap Achyar Bachtiar, Ketua Ketua LPPLH-RI, Kota Bekasi.
Menurut cerita, imbuhnya, Batu Tumbuh itu pertama kali diletakkan oleh Pangeran Rangga untuk menandakan batas wilayah kekuasaan antara kerajaan Padjajaran dengan Kerajaan Jayakarta. Namun seiring waktu, batu tersebut meninggi atau bertumbuh dengan sendirinya seperti tanaman. Oleh warga setempat, batu tersebut dijaga dan saat ini dibuatkan semacam rumah sendiri.
Dengan melihat nilai budaya dan sejarah, Achyar mendorong Pemerintah Kota Bekasi, agar situs budaya batu tumbuh dijadikan cagar budaya asli daerah.
“Unsur masyarakat setempat dan unsur organisasi maupun relawan lainnya akan membantu mewujudkan Batu Tumbuh Jatiraden, sebagai salah satu situs budaya,” tegas Achyar.
Diakuinya, semua persiapan pendukung agar Batu Tumbuh ditetapkan sebagai situs budaya di Bekasi tengah dipersiapkan untuk diajukan dan beraudiensi dengan pemerintah.
Harapannya, lanjut Achyar, budaya peninggalan leluhur tersebut dapat menjadi pengetahuan terhadap generasi muda milenial, terutama pada generasi masyarakat Kota Bekasi.
Menurutnya, daerah Bekasi memiliki banyak peninggalan sejarah yang masih belum diketahui masyarakat.
“Situs budaya merupakan salah satu kearifan lokal. Bukan saja menyangkut sosial, bahasa masyarakatnya saja, akan tetapi juga terkait budaya peninggalan sejarahnya,” tandas Achyar.