Gubernur: Jakarta Kota Aman dan Damai

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, membuka parade budaya Jakarnaval 2019 di Balai Kota setempat. Dalam sambutannya, ia menegaskan, jika Jakarta adalah kota yang aman dan damai.

“Semoga karnaval ini menjadi karnaval yang menyenangkan, dan insyaallah warga Jakarta akan bisa lebih sering merasakan karnaval seperti ini,” kata Anies, dalam sambutan pembukaan Jakarnaval 2019 di jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Minggu (30/6/2019).

Ia mengatakan, Jakarta akan menjadi kota yang aman dan damai. Dia bersyukur perayaan ulang tahun Jakarta berjalan dengan baik. Rangkaian acara semuanya di seluruh wilayah berjalan dengan baik, menandakan Jakarta adalah kota yang aman, damai, dan warganya terlibat dalam seluruh kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Anies juga menuturkan, bahwa dalam HUT DKI Pemprov DKI Jakarta mengusung tema ‘Wajah Baru DKI Jakarta’. Pihaknya ingin menunjukkan, bahwa wajah baru Jakarta bukan hanya sekadar tampilan fisiknya, tapi juga tentang cara memandang, bekerja, serta berpikir.

“Wajah baru Jakarta yang kita dorong di dalam peringatan ultah ini bukan sekadar tampilan fisiknya, tetapi juga ini terkait cara pandang, cara bekerja dan ada tujuan-tujuan yang lebih besar dari itu,” ujarnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan juga memberitahukan berbagai penghargaan yang diraih. Hal itu, kata dia, menunjukkan bahwa Jakarta telah di jalur yang benar. Karena itu, Anies berharap semua pihak untuk terus bekerja, agar tercapai tujuan untuk memajukan Jakarta.

“Yang harus kita lakukan adalah bekerja lebih cepat, bekerja lebih efesien, bekerja lebih tuntas, sehingga berada di track lebih benar ini akan lebih mempercepat kita menuju tujuan kita. Apa tujuan kita? Tujuan kita Kota Jakarta yang maju dan warga yang merasakan kebahagiaan atas kemajuan itu,” kata Anies.

Dia mengapresiasi para peserta dan warga yang ikut terlibat dalam festival Jakarnaval. Dia berharap, festival ini dapat membantu perekonomian masyarakat sekitar.

“Kita menyadari, ketika puluhan ribu orang berkumpul menyaksikan sebuah karnaval, maka yang sangat merasakan manfaatnya adalah mereka yang bergerak di sektor utamanya informal, utamanya mikro kecil,” ungkap Anies.

Saat ini, masyarakat dapat menyaksikan adanya pembangunan trotoar yang luas, lebar dan di mana-mana, maka jangan pandang fisiknya saja. Di balik itu, ada pergeseran prioritas.

Dia mengatakan, transportasi yang dimiliki oleh semua orang adalah kaki. Karena itu, jalan yang dibangun, jalan untuk kaki dan jalan untuk roda. Trotoar yang besar bukan sekadar nampak indah, tetapi juga digunakan sebagai ruang interaksi antarwarga, warga bisa berkegiatan di sana.

Begitu juga kalau melihat ada integrasi antarmoda transportasi. Jangan hanya melihat fisiknya saja, tetapi salah satu alat untuk membangun interaksi antara warga, membangun rasa kebersamaan, lintas status sosial ekonomi.

“Karena itu, wajah baru jakarta kita dorong di dalam peringatan ulang tahun (Jakarta) ini bukan sekadar tampilan fisiknya, tetapi juga ini terkait dengan cara pandang, cara bekerja dan ada tujuan-tujuan yang lebih besar dibanding itu,” ungkapnya.

Dia mengatakan, kegiatan Jakarnaval bukan hanya menggambarkan betapa kreatifnya masyarakat Jakarta, tetapi juga membantu gerakan perekonomian ibu kota.

Anies melepas rangkaian parade Jakarnaval 2019 di depan Balai Kota DKI Jakarta, jalan Medan Merdeka Selatan. Terlihat Juru Bahasa Isyarat (JBI) turut mendampingi Anies Baswedan saat melepas rangkaian parade Jakarnaval 2019.

JBI yang bertujuan sebagai media atau menjembatani kesenjangan komunikasi antara tuli dengan nontuli maupun sebaliknya, berdiri tepat di sebelah kiri Anies.

Kemudian Anies mengibarkan bendera Jakarnaval 2019. Marching band dan para pegawai dari berbagai badan usaha milik daerah (BUMD) DKI Jakarta kemudian berjalan mengikuti parade itu.

Setelah itu, Reog DKI Jakarta menunjukkan aksinya. Saat arak-arakan, Bantarangin Reog Ponorogo tersebut berhenti untuk melakukan atraksi di depan panggung, Anies tiba-tiba turun untuk menyapa dan penari menggendong Anies untuk naik ke salah satu reog. Reog itu berputar-putar, Anies melambaikan tangannya ke arah warga.

Sekitar satu menit, Anies tampak menikmati pemandangan dari atas reog sembari melempar senyum ke arah masyarakat yang tampak antusias melihat aksi tersebut. Setelah itu, Anies berfoto bersama rombongan reog itu.

Lihat juga...