Bantuan 11 Ton Beras Disalurkan ke 25 Titik Banjir Samarinda

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan Hortikultura (DPTPH) Samarinda Ibrahim - Foto: Ferry Cahyanti

SAMARINDA – Dinas Pangan Tanaman Pangan Hortikultura (DPTPH), telah menyalurkan Cadangan Beras Provinsi (CBP) Kalimantan Timur sekitar 11 ton untuk 25 titik di Kota Samarinda.

Penyaluran tersebut sesuai dengan instruksi Gubernur Kaltim terkait penanganan pasca banjir yang melanda Kaltim, khususnya Kota Tepian yang masuk status darurat bencana.

Kepala DPTPH, H Ibrahim, menjelaskan penyaluran CBP intervensi Kaltim untuk mendukung cadangan beras daerah, khusus bagi daerah terkena musibah bencana setelah ada penetapan status darurat bencana oleh kepala daerah.

Diungkapkan, CBP Kaltim yang masih tersedia dan siap disalurkan kepada daerah terkena musibah bencana sekitar 141 ton ditambah pengadaan tahun ini sebesar 131 ton.

“Sekitar 11 ton CBP kita salurkan pada 25 titik. Kami fokuskan pada posko-posko dan dapur umum juga posko induk pasca banjir di Kota Samarinda,” ucapnya didampingi Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribuai Pangan, Muhammad Alimudin, di Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (28/6/2019).

Khusus Samarinda dipatok target penyaluran beras hingga 15 ton. Ibrahim melanjutkan, walaupun masih bisa ditambah jumlahnya sesuai kebutuhan dan permohonan kepala daerah/instansi setempat.

Setiap daerah baik kabupaten maupun kota memiliki cadangan beras nasional (CBN) atau Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) masing-masing 100 ton dan dikelola instansi teknis (Dinas Sosial) setempat.

Ia menyebutkan Samarinda diberikan bantuan sebab ada status tanggap bencana, sehingga melalui instruksi gubernur dilakukan intervensi penyaluran CBP.

Sementara daerah lain lanjutnya, seperti Kutai Kartanegara, Paser dan Mahakam Ulu belum diberikan bantuan. Sebab belum ada status tanggap darurat dan permohonan dari instansi atau daerah setempat.

“Ada permohonan dari Paser. Namun harus ditelaah dan dianalisa tim terkait. Kita mengarahkan pada CPP yang tersedia di Dinas Sosial mereka. Sebab kalau tidak digunakan maka bisa hangus cadangan jatah di daerahnya,” tegasnya.

Namun demikian, apabila ada instruksi langsung dari Ketua Dewan Ketahanan Provinsi yakni Gubernur Isran Noor maka CBP  siap disalurkan.

“Seperti Samarinda,” ujar Ibrahim.

Lihat juga...