Omzet Pedagang Kelapa Muda dan Gula Merah di Lamsel, Melonjak
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Memasuki pekan kedua puasa Ramadan, sejumlah pedagang kuliner di Lampung Selatan (Lamsel) mengalami kenaikan permintaan.
Yuliani, pedagang es kelapa muda menyebut, permintaan naik dua kali lipat dibanding kondisi normal. Pada hari biasa, wanita yang berdagang kelapa muda di jalan lingkar pesisir Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa itu mengaku hanya menjual sekitar 50 butir kelapa per hari. Sebagian kelapa muda dibeli dalam kondisi utuh, dan sebagian dikemas untuk dibawa pulang.
Cuaca yang cukup panas selama Ramadan hingga mencapai lebih dari 31 derajat celcius,me mbuat kelapa muda diminati. Yuliani menyebut, dehidrasi akibat seharian berpuasa bisa terbantu dengan adanya ion yang diperoleh dari air kelapa.

Manfaat positif air kelapa yang semakin banyak diketahui masyarakat dari internet, memicu kenaikan permintaan kelapa muda. Terlebih, lokasi berjualan berada di titik strategis ruas jalan lingkar pesisir Rajabasa sebagai kawasan wisata.
Kelapa muda yang dijual Yuliani, merupakan jenis kelapa hijau dan merah. Keberadaan kebun kelapa di kaki Gunung Rajabasa, membuat pasokan kelapa muda untuk dijual tersedia setiap waktu.
Ia bahkan meminta sang suami menyiapkan kelapa yang bisa langsung terjual habis. Sebab, kelapa dalam kondisi segar paling diminati dibandingkan kelapa yang sudah dipetik lebih dari dua hari.
“Kelapa muda yang sudah lebih dari dua hari tidak terjual, kerap dipecah untuk dijual sebagai minuman es kelapa bersama daging buahnya. Sebaliknya, kelapa muda utuh kerap dibeli warga untuk berbuka puasa dipecah langsung atau dibawa pulang,” terang Yuliani, saat ditemui Cendana News, Sabtu (18/5/2019).
Kelapa muda yang dijual jelang berbuka puasa, sebut Yuliani, kerap dikombinasikan dengan gula merah. Jenis gula merah yang dipakai merupakan gula kelapa hasil produksi petani di pesisir Rajabasa.
Saat Ramadan dengan permintaan kelapa muda hingga 100 butir lebih, ikut mendorong pemakaian gula merah.
Gula merah untuk tambahan kelapa muda terlebih dahulu dibuat menjadi juruh atau kuah. Meski disediakan varian rasa dari gula merah, sebagian masyarakat memilih rasa original air kelapa muda.
Setiap porsi kelapa muda yang dibuat menjadi es kelapa dijual seharga Rp3.000. Air kelapa lengkap dengan daging buah atau dikenal dugan diberi tambahan kuah gula merah serta es batu.
Minuman tersebut disediakan dalam wadah plastik untuk dinikmati saat berbuka puasa. Selain bisa dinikmati sebagai es kelapa muda, masyarakat sebagian memilih kelapa muda utuh. Kelapa muda utuh tersebut dijual seharga Rp6.000 per buah.
“Harga kelapa muda di pesisir masih murah, karena dekat dengan kebun milik petani sekaligus dalam kondisi segar karena baru dipetik,” terang Yuliani.
Selain bagi Yuliani yang mereguk manisnya keuntungan berjualan kelapa muda, keuntungan juga diperoleh petani kelapa.
Agus Irawan, petani kelapa muda asal Kecamatan Penengahan, menyebut selain memenuhi permintaan pasar luar daerah, ia juga mengirim ke pasar lokal.
Sejumlah pasar lokal untuk menjual kelapa muda berada di Kalianda, Sidomulyo dan Bakauheni. Wilayah yang tidak terkena proyek jalan tol, masih bisa memperoleh hasil dari kebun kelapa.
“Permintaan cukup banyak kerap hanya saat Ramadan hingga ribuan butir, jadi dimanfaatkan dengan maksimal,” beber Agus Irawan.

Harga kelapa muda di tingkat petani bisa berkisar Rp900 hingga Rp1.500 per butir. Biaya pengangkutan dan pengiriman yang mencapai Rp500 per butir membuat kelapa muda bisa mencapai Rp8.000 per butir di Banten dan Jakarta.
Jenis kelapa muda bahkan bisa lebih mahal, karena dipercaya memiliki khasiat lebih besar dibanding kelapa biasa. Seusai Ramadan ia menyebut permintaan akan kembali normal dengan pengiriman ratusan butir.
Musrawati, produsen gula merah di Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, menyebut permintaan gula merah meningkat selama Ramadan. Sebelumnya, permintaan hanya 50 kilogram per pekan, kini bisa mencapai 100 kilogram. Beruntung, produksi nira dari kelapa yang disadap cukup banyak setelah musim penghujan.
Meski demikian, harga gula merah kelapa dijual stabil dengan harga Rp15.000 per kilogram. Keuntungan yang diperoleh bertambah, dengan semakin meningkatnya kuota permintaan. Sebab, produsen gula merah akan menjual gula ke pengepul yang akan disalurkan ke sejumlah pasar.
Tingginya permintaan tersebut membuat ia dan sang suami memilih menambah pohon kelapa untuk dideres. Kelapa yang disewa dari petani lain dengan sistem bagi hasil, ikut mendorong penambahan produksi selama Ramadan.