Balikpapan Dapat DAK Pendidikan Rp23 Miliar
Editor: Mahadeva
BALIKPAPAN – Di 2019 Balikpapan memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan dari Pemerintah Pusat Rp23 miliar. DPRD Balikpapan meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengelola dengan baik, agar serapannya optimal.

Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Thohari Aziz, menyebut, DAK pendidikan yang peroleh Balikpapan naik. “Kami minta kepada Disdikbud agar mengelola secara serius DAK Pendidikan dari pemerintah pusat yang diperuntukan bagi pembangunan sarana dan prasaran sekolah,” ungkapnya, Kamis (9/5/2019).
Apabila tidak dikelola secara serius, terutama untuk pekerjaan sarana dan prasarana pendidikan, yang tidak bisa dilakukan tepat waktu, sisa anggarannya akan menjadi beban APBD Kota. Komisi IV akan melakukan pengawasan terhadap sekolah-sekolah yang mendapat bantuan. Mulai dari PAUD, SD hingga SMP, baik yang dikerjakan melalui swakelola, e-katalog hingga lelang.
Wakil Gubernur Kaltim, H Hadi Mulyadi, meminta agar Menteri Keuangan Sri Mulyani bisa meningkatkan lagi alokasi Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kaltim.
Tahun ini, pemerintah pusat memberikan DBH, DAU dan DAK untuk Kaltim sekira Rp36 triliun. “Bantuan dari pemerintah pusat menganggap cukup banyak. Tetapi, kami berpendapat itu belum cukup. Karena itu, kami mohon agar DBH, DAU dan DAK ditambah,” tandasnya.
Hadi menyebut, harapan tersebut sangat mendasar. Karena melihat luasan wilayah yang dimiliki Kaltim cukup luas. “Penduduk memang sedikit, tapi Kaltim punya wilayah yang sangat luas, sehingga memerlukan dana yang lebih untuk mendukung pelaksanaan pembangunan di daerah,” sebut Hadi Mulyadi.
Hadi berharap, permohonan tersebut dapat terealisasi, sehingga pemerintah daerah bisa mensejahterakan masyarakat secara menyeluruh. “Kami pernah melakukan judicial riview tentang dana bagi hasil minyak dan gas (migas) yang disebutkan oleh pemerintah pusat, Kaltim hanya bisa menerima 15,5 persen saja. Tetapi menurut hitungan kami 30 persen daerah bisa menerima DBH Migas. Tetapi, apabila pusat ada hitungan lain lagi. Ya, kami berharap lebih dari 15,5 persen,” tutupnya.