Sering Dilalui Kendaraan Berat, Jembatan Banagara Putus Total

Editor: Satmoko Budi Santoso

BANJARNEGARA – Jembatan Banagara yang berlokasi di Jalan Mantrianom, Kecamatan Bawang putus total. Jembatan tersebut amblas hingga putus, karena sering dilalui kendaraan berat milik para pengusaha tambang.

Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwana yang langsung datang ke lokasi mengungkapkan rasa marahnya. Menurutnya, sejak tahun lalu, ia sudah mengingatkan dinas terkait untuk memasang portal jalan guna membatasi truk tronton dan kendaraan berat lainnya yang melintas. Namun, hingga jembatan tersebut putus, portal belum dipasang.

“Setiap hari jembatan ini dilalui truk tronton dan kendaraan berat yang rodanya sampai sepuluh, saya sudah perintahkan untuk dibatasi dengan memasang portal, tapi belum dilaksanakan. Saya juga kecewa dengan para pengusaha tambang yang tidak mau mendengarkan imbauan dan hanya mementingkan bisnisnya saja,” tegasnya, Kamis (4/4/2019).

Pemasangan portal yang direncanakan tersebut, lanjutnya, untuk menjaga jalan dan jembatan, serta bersama-sama menjaga keselamatan dan ketenteraman warga sekitar. Sehingga kejadian seperti sekarang ini bisa dihindari.

Jembatan dengan konstruksi gorong-gorong besar tersebut runtuh saat jalan lelang, sehingga tidak sampai jatuh korban. Jalan yang amblas selebar 10 meter dan panjangnya 15 meter. Sementara di bawah jembatan, aliran sungai cukup deras. Pihak kepolisian langsung memasang police line pada kedua sisi jembatan yang runtuh tersebut.

Budhi Sarwono yang terkenal sangat memperhatikan jalan ini, tidak mau aktivitas warganya terganggu. Ia langsung berkoordinasi dan mendatangkan alat berat untuk meratakan longsoran.

Bupati juga menginstruksikan untuk membangun jembatan kecil secepatnya, supaya warga tetap bisa melintas. Sebab, jika menunggu perbaikan permanen, akan memakan waktu cukup lama.

“Lepas dari ini sebagai musibah dari Allah, tentu saja sebagai manusia kita wajib ikhtiar. Kita sudah mengkaji kekuatan jalan di jalur ini, sehingga kita simpulkan harus diportal. Jadi itu bukanlah arogansi saya sebagai bupati. Nah kalau sudah terjadi seperti sekarang, siapa yang bertanggung jawab?” tegasnya.

Sementara itu perwakilan pengusaha tambang, Kusrin, saat dimintai pertanggungjawaban mengatakan, selaku pengusaha tambang ia memang sering memanfaatkan jalan tersebut, namun musibah putusnya jembatan merupakan hal yang tak terduga.

“Namanya bencana tentu kita semua tidak menginginkannya,” ujarnya singkat.

Tokoh masyarakat setempat, Gus Hamzah, juga meminta Pemkab Banjarnegara segera mengambil tindakan strategis karena jalan ini merupakan jalan ekonomi warga.

“Kasihan anak-anak sekolah kalau mereka harus memutar, selain itu dalam satu hari juga ada sekitar 500 warga yang mencari rumput dan melalui jembatan tersebut,” terangnya.

 

Lihat juga...