Putu Supadma: TMII Sejarah Kemuliaan Bangsa

Editor: Mahadeva

JAKARTA – Taman Mini Indonesia Indah adalah bagian dari sejarah kemuliaan bangsa, yang dibangun oleh Raden Ayu Fatimah Siti Hartinah atau Ibu Tien Soeharto dan Presiden kedua RI, Jenderal Besar HM Soeharto.

“TMII dibangun atas ide cemerlang Ibu Tien dan Pak Harto, dalam niatan untuk menunjukkan, bahwa bangsa ini adalah bangsa yang luar biasa, begitu mulia dan jaya. Khususnya di ragam seni budaya, TMII untuk menunjukkan, bahwa kita merupakan negara yang adi budaya,” kata Direktur Penelitian dan Pengembangan Budaya TMII, Putu Supadma Rudana kepada Cendana News, Jumat (5/4/2019).

Taman Mini Indonesia Indah adalah bagian dari sejarah kemuliaan bangsa, yang dibangun oleh Raden Ayu Fatimah Siti Hartinah atau Ibu Tien Soeharto dan Presiden kedua RI, Jenderal Besar HM Soeharto.

Putu Supadma menilai, kekuatan di bidang budaya yang tersaji di TMII begitu besar. Dan komitmen mengenai kebudayaan tersebut, tidak dimiliki destinasi di belahan dunia lain. Hanya TMII, yang betul-betul menunjukkan keragaman budaya.

TMII hadir secara maksimal ingin memberikan kemuliaan kepada budaya atau kearifan lokal, yang ada diseluruh Indonesia. TMII menjadi etalase kemuliaan dan kejayaan Indonesia dari sisi adi budaya. Jika kita lihat Jakarta memiliki beberapa destinasi. Seperti di ketahui orang pergi ke Ancol, untuk rekreasi melihat pantai. Rekreasi ke Monumen Nasional (Monas) melihat landmark monumen. Tapi kalau ke TMII, itu melihat keragamanan budaya bangsa.

“Dimanakah ada tempat yang bisa kita kunjungi dalam kurang dari 12 jam, tapi kita sudah bisa melihat seluruh provinsi di Indonesia, yang ada seni budaya kearifan lokal,” tandas Putu.

Sebagai sebuah aset dengan kekuatan yang luar biasa, keberadaan TMII patut terus digaungkan. Di momentum HUT ke 44 TMII, Putu mengajak dan menghimbau semua pihak, baik masyarakat, pemerintah pusat maupun daerah, akademisi, dunia usaha, BUMN dan media, untuk bersama mengaungkan dan berkonstribusi bagi TMII.

“Pak Harto dan Ibu Tien sudah memberikan begitu besar dan banyak hal dalam konsep TMII. Tentu saatnya, kita semua sebagai sebuah bangsa, untuk memberikan yang terbaik kembali kepada TMII,” tandasnya.

Putu berharap di momentum HUT TMII ke-44, menuju HUT ke-45 dan 50, ada komitmen dari semua pihak untuk memberikan konstribusi bagi kemajuan dan pengembangan TMII. Karena secara konsep dan gagasan, pembangunan TMII begitu mulia. “Dan ini merentangkan waktu kita, masa lalu, kini dan masa depan,” tukasnya.

Menurutnya, jika sebuah bangsa menghargai memuliakan kebudayaan dan peradabannya, bangsa itu akan menjadi besar dan mulia. Dan, jika sebuah bangsa menghargai pendahulu dan pemimpinnya, bangsa itu juga akan menjadi besar. “Nah, itulah komitmen kita bersama, dan saya sebagai Direktur Penelitian dan Pengembangan Budaya TMII, mengajak dan menghimbau kita semua mari berkonstribusi untuk TMII yang kita cintai ini,” tegasnya.

Lihat juga...