Muhri Sukses Budi Daya Sawi Keriting di Lahan Kosong

Editor: Mahadeva

Muhri, warga desa Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupate Bekasi, memanfaatkan lahan tidur, milik perusahaan pengembang untuk ditanami Sawi Keriting. Setiap bulan bisa menambah penghasilan keluarga mencapai Rp2 jutaan lebih – Foto M Amin

BEKASI – Memanfaatkan lahan kosong milik sebuah perusahaan, Muhri (60), sukses melakukan budi daya Sawi Keriting. Dari kegiatannya, Muhri bisa menambah penghasilan keluarga. Sekali panen, untuk kurun waktu satu bulan, dilahan seluas seribu meter persegi, Dia bisa meraup uang Rp2 juta lebih.

Muhri, adalah petani, yang memanfaatkan lahan kosong milik perusahaan pengembang yang ada di sekira Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Muhri dan petani lainnya, memanfaatkan lahan untuk bercocok tanam berbagai sayur mayur.

“Saya memilih bercocok tanam Sawi keriting, karena panennya cepat dan biayanya tidak terlalu besar,” ungkap Muhri, kepada Cendana News, saat ditemui di Desa Keblen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Senin (1/4/2019).

Untuk Sawi Keriting, setiap panen langsung di antar ke bandar yang ada di pasar Babelan. Harga satu kilogram sawi saat ini Rp6000. Namun demikian, harga sewaktu-waktu bisa berubah. Sawi Keriting dipilih karena biaya ringan, dan perawatannya cukup mudah. Untuk lahan seribu meter persegi, hanya mengeluarkan biaya Rp500 ribu.

Biaya tersebut sudah termasuk biaya pupuk dan sarana penunjang lainnya. “Sekali tanam untuk Sawi Keriting hanya modal Rp500 ribu, mulai dari pembibitan sampai dua kali pupuk. Saat panen bisa mengeluarkan uang sebesar Rp2 juta lebih,” papar Muhri.

Namun demikian, hasil panen tergantung harga bandar. Karena harga pasar sewaktu-waktu berubah. Harga bisa turun ketika jumlah sawi keriting banyak. Sementara harga saat ini sebesar Rp6.000 perkilogram temasuk harga yang bagus.

Muhri, bercocok tanam Sawi Keriting secara manual, dengan dipupuk dan secara rutin disiram. Hal itu untuk menjaga kualitas sawi agar daunnya tidak busuk. “Sawi ini, walaupun cuaca hujan dia tetap harus disiram untuk membersihkan kotoran dari percikan hujan. Hal itu untuk menjaga kualitas batang atau daunnya agar tidak busuk,” ujarnya.

Mengantisipasi pembusukan, diareal lahan tersedia kobakan atau kolam air, sebagai tempat persediaan air untuk penyiraman. Tanaman Sawi akan bagus ditanam saat musim kemarau. Sawi keriting biasa dikonsumsi sebagai lalapan tetapi bisa juga disayur. Di Babelan, banyak warga memanfaatkan lahan kosong untuk berococok tanam Sawi Keriting ataupun jenis sayur mayur lain. “Saya memanfaatkan lahan kosong, tidak menyewa bahkan disuruh pemilik lahan langsung untuk menggarap,” pungkasnya.

Lihat juga...