Mahasiswa Kesehatan Diminta Ikut Berperan dalam Penanganan Bencana
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
YOGYAKARTA — Mahasiswa khususnya di bidang kesehatan, diharapkan ikut berperan serta dalam membantu penanganan masalah kebencanaan yang ada di sekitar lingkungan mereka. Selain pengurangan dampak resiko bencana, diminta turut memberikan andil terkait proses tanggap darurat.
Hal itu diungkapkan Ketua Komunikasi Komunitas Relawan Sleman, Yoga Nugroho Utomo, dalam acara Kuliah Kebencanaan yang digelar BPBD Sleman bekerjasama dengan Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo), dalam rangka peringatan hari Kesiapsiagaan Nasional, di kampus setempat, Jumat (26/4/2019).
Dikatakan, mahasiswa kesehatan diharapkan bisa turun langsung ke lapangan dalam upaya peningkatan kapasitas masyarakat.
“Misalnya dalam membantu meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan warga. Termasuk juga melakukan pendampingan-pendampingan terhadap kelompok rentan, seperti difabel atau lansia saat masa tanggap darurat,” ujarnya.
Menurut Yoga, peran kampus dalam membantu upaya penanganan bencana, selama ini dinilai masih belum maksimal. Hal itu terlihat dengan belum meratanya pemahaman para mahasiswa menyangkut soal kebencanaan. Sementara Yogyakarta sendiri merupakan daerah yang memiliki banyak potensi bencana, sekaligus memiliki banyak lembaga pendidikan.
“Karena itu kita terus berupaya untuk membangun sinergitas antar berbagai pihak. Khususnya dengan kampus-kampus. Salah satunya melakukan sosialisasi lewat kegiatan Kuliah Umum seperti ini. Diharapkan dapat terjalin sinergi yang lebih baik antara kampus dan pihak terkait dalam hal ini BPBD,” ungkapnya.

Sementara itu, Rini Pratiwi, panitia acara sekaligus staf pengajar Universitas Respati Yogyakarta, menyebut pihaknya terus berupaya untuk mendorong mahasiswa agar mampu menjadi agen kesehatan di masyarakat. Termasuk juga saat terjadi bencana.
“Karena itu kita selalu memberikan pendidikan mengenai kebencanaan. Baik itu melalui mata kuliah, maupun lewat kegiatan seminar dan kuliah umum dengan menggandeng pihak-pihak terkait. Selain untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan mahasiswa itu sendiri, kita juga menyiapkan mereka sebagai agen kesehatannya di tengah-tengah masyarakat,” katanya.