Tiga Tahun Bertani Metode Hidroponik, Pendapatan Terus Bertambah
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
BALIKPAPAN — Menjadi petani hidroponik menjadi pilihan Arini untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Meski lahan yang dimilikinya tidaklah luas, namun berkat inovasinya, bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah.
Berawal mencoba menanam tanaman hidroponik dengan dua meja atau pipa yang dibuatnya pada tiga tahun lalu, kini sudah memiliki 6 pipa yang berisi 400 lubang. Modal untuk memulai pun tak sedikit, ia harus merogoh Rp 8 juta untuk menyediakan segala perlengkapannya.
“Awalnya itu tiga tahun lalu mencoba menanam dengan modal yang tak sedikit. Waktu itu kebetulan suami kena dampak pengurangan tenaga kerja. Untuk melanjutkan memenuhi kebutuhan kami mencoba dengan bertani hidroponik,” kata Arini, saat ditemui Senin (18/3/2019).
Kemudian kini berkembang terus dan lambat laun pihaknya terus menambah lubang tanaman dengan berbagai sayuran. Di antaranya kangkung, sawi keriting, bayam dan lainnya.
“Sayur, sawi, sawi keriting, sawi Jepang, kesiem, kalau selada tidak terlalu sering karena agak sulit penyemaiannya. Pertama dua pipa dengan panjang 3 meter, kemudian memanfaatkan lahan sempit,” papar perempuan yang telah memiliki satu putra.
Sedangkan bibit, Arini menyebutkan diperoleh dari lokal saja kemudian menyemainya setiap hari agar setiap produksi dapat diperoleh untuk dijual.
“Kami juga sudah ada sertifikatnya untuk menjual bahwa yang ditanamnya ini menggunakan organik, tidak berbahan kimia. Penjualan hasil produksi dijual di pasar tradisional atau pada saat kegiatan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas),” tukas perempuan kelahiran 1980.
Dari penjualan sayuran yang ditanamnya hasil yang diperoleh sangat memuaskan. “Awalnya pendapatan perbulan itu Rp600 ribu, kemudian saat ini sudah bisa Rp1,5 juta bahkan lebih. Tergantung kita rajin menyemai atau tidak,” katanya yang kini melanjutkan usaha suaminya bertani hidroponik.
Arini mengakui saat ini juga telah banyak hadir di kota Balikpapan namun itu tidak membuatnya patah semangat untuk terus bertani hidroponik, meskipun kini suaminya telah memperoleh pekerjaan.
“Saya tetap melanjutkan usaha bertani kami, karena sangat menyenangkan. Sayang juga modal yang dikeluarkan juga tak sedikit. Bahkan saya juga buka pembuatan bagaimana menanam hidroponik dan bibitnya,” imbuhnya di sela aktivitasnya.
Meskipun sudah banyak penjual, dia berharap persaingan akan menjadi motivasinya untuk terus berusaha dalam usaha pertanian hidroponik yang kini dijalani.