Tiga SMK di Sumbar Masih Terapkan UNKP

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

PADANG — Sebanyak 26.597 siswa/siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sumatera Barat mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2019. Sementara masih ada 3 SMK yang terdiri dari 110 siswa/siswi yang masih menjalani UN berbasis kertas dan pensil (UNKP).

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Burhasman mengatakan dari 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat, hanya satu yang belum bisa melaksanakan UN berbasis komputer, yaitu Kepulauan Mentawai. Kabupaten Mentawai, merupakan daerah kepulauan yang hingga saat ini belum memiliki infrastruktur yang memadai.

“Karena listrik dan akses internet belum ada. Di sana ada 3 SMK dengan jumlah peserta UNKP 110 orang,” katanya, sewaktu mendampingi Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit saat meninjau pelaksanaan UNBK di Padang, Senin (25/3/2019).

Menurutnya, untuk daerah Kepulauan Mentawai ditargetkan pada tahun 2020 mendatang, sudah bisa melaksanakannya. Karena saat ini jaringan optik bawah laut juga tengah dibangun oleh Telkom dari Padang menuju Mentawai.

“Kalau sudah ada akses internetnya untuk listrik pun akan ada beriringnya jaringan internet masuk ke Mentawai. Dengan demikian, tahun depan dapat dikatakan sudah bisa 100 persen,” ujarnya.

Burhasman juga menyatakan dalam pelaksanaan UNBK 2019 ini telah terjadi peningkatan dari 2018 kemarin. Karena melihat tahun ini hanya satu daerah yang belum bisa UN berbasis komputer.

Sementara itu Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menyampaikan secara keseluruhan siswa/siswi yang melaksanakan UN di Sumatera Barat mulai hari ini Senin 25 Maret hingga 28 Maret 2019 berjumlah 26.707 orang. Namun dikarenakan ada 3 SMK daerah 110 siswa/siswi yang belum bisa UNBK, jadi yang melaksanakan hanya 26.597 siswa/siswi.
Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit saat melakukan pemantauan UNBK ke SMK 1 Padang/Foto: M. Noli Hendra

Nasrul mengakui belum 100 persen untuk pelaksana UN berbasis komputer di Sumatera Barat pada tahun 2019. Namun dari tahun ke tahun, terjadi peningkatan peserta.

“Begitu juga untuk kunjungan saya ke beberapa sekolah hari ini yaitu SMK 1, SMK 5, dan SMK 9. Saya lihat berjalan lancar, tidak ada persoalan gangguan server dan listrik. Nah ini lah yang kita harapkan, dengan tidak adanya kendala, para peserta UNBK bisa meraih hasil yang memuaskan,” ucapnya.

Sementara itu untuk kehadiran peserta UN 2019 ini tidak ada yang abses, sakit, ataupun meninggal dunia menjelang pelaksanaan UN dimulai. Kondisi ini pun lebih baik jika dibandingkan dari tahun-tahun sebelumnya.

Sementara untuk jadwal UN 2019, untuk UN SMK akan dilaksanakan pada 25-28 Maret 2019. UN SMA/MA sederajat dilaksanakan 1,2,4,8 April 2029, UN susulan SMK dan SMA/MA sederajat dilaksaakan 13-14 April 2019.UN Paket C dilaksanakan 12-16 April. Ujian susulan Paket C tanggal 26-30 April 2019.

UN SMP/MTs dilaksanakan 22-25 April 2019, ujian susulannya dilaksanakan 29-20 April. Selanjutnya untuk UN Paket B dilaksanakan 10-13 Mei 2019, UN susulannya dilaksanakan 17-21 Mei 2019. UN untuk perbaikan SMA/MA, SMK, Paket C dilaksanakan 27-30 Juli 2019.

Lihat juga...