Anggota PTPS Penengahan Diharap Jaga Netralitas Saat Pemilu
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — Anggota Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) diharapkan menjaga netralitas selama kegiatan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak pada Rabu, 17 April 2019 mendatang.

“Anggota PTPS harus memahami pelaksanaan Pemilu agar berlangsung dengan asas langsung, umum, bebas dan rahasia,” tegas Sumadi, Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Kecamatan Penengahan, Lamsel, Senin (25/3/2019).
Sumadi menyebutkan, mereka dipilih berdasarkan seleksi administrasi, wawancara yang direkrut dari sejumlah unsur masyarakat. Dari 22 desa yang ada di kecamatan Penengahan, diperlukan sebanyak 128 anggota PTPS.
Sumardi menyebut idealnya jumlah PTPS bisa lebih banyak namun dengan keterbatasan yang ada semua petugas tersebut diharapkan bekerja secara maksimal.
“Sesuai undang undang PTPS bertugas mengawasi persiapan pemungutan suara, pelaksanaan, pemungutan, penghitungan hingga pergerakan hasil perhitungan suara dari TPS ke PPS,” terang Sumadi.
Pada kesempatan pelantikan dan pelatihan anggota PTPS, Kapolsek Penengahan, AKP Enrico Donald Sidauruk, menegaskan petugas kepolisian akan ikut melakukan pengawasan. Sesuai dengan jumlah TPS yang ada di wilayah Kecamatan Penengahan ia memastikan satu TPS akan diawasi oleh satu personel polisi.
“Wilayah hukum Polsek Penengahan meliputi Kecamatan Bakauheni, Penengahan dan Ketapang akan dijaga oleh personel polisi,” sebutnya.
Selain dari anggota Polsek Penengahan saat proses pelaksanaan Pemilu dibantu oleh personil Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni. Pada penyelanggaraan Pemilu anggota DPR RI, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kita dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 ia berharap petugas PPS menjalankan tugas dengan baik. Tugas mengawasi penyimpangan juga harus diiringi dengan sikap netralitas.
“Anggota PTPS harus bisa bersikap netral tidak ada keberpihakan dan akan di-backup oleh petugas kepolisian,” tegas AKP Enrico Donald Sidauruk.
Ia juga mengimbau agar pengawas TPS untuk bisa hadir sebelum TPS dibuka yang dijadwalkan pada pukul 07 pagi untuk mengantisipasi terjadinya kecurangan. Segala bentuk aktivitas mencurigakan berkaitan dengan upaya kecurangan diakuinya harus dicatat dan dilaporkan serta dikoordinasikan dengan pihak kepolisian serta TNI yang juga ikut berjaga di sekitar TPS. Ia juga mengimbau selama jelang pelaksanaan Pemilu agar menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.