Tantangan Industri Kreatif, Menumbuhkan Generasi Muda Wirausaha
Editor: Satmoko Budi Santoso
DENPASAR – Generasi muda diharapkan mampu menjawab tantangan zaman. Salah satunya dalam bidang kewirausahaan, industri kreatif. Tantangan dunia industri juga menuntut generasi muda agar selalu kreatif dalam menciptakan peluang bisnis.
Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), mendukung dan mengapresiasi pelaksanaan Kuliah Industri 2019 yang diselenggarakan STIKOM Bali di Denpasar.
Menurut Wagub Cok Ace, pelaksanaan Kuliah Industri sangat sejalan dengan program pemerintah untuk mengembangkan dunia pendidikan yang salah satunya pendidikan vokasi.
Cok Ace juga berharap agar kegiatan ini dapat meningkatkan wawasan dan pemahaman mahasiswa sehingga menghasilkan individu yang kreatif dan inovatif guna memenuhi kebutuhan industri serta penyelarasan konsep link and match di perguruan tinggi.
“Saya harap kegiatan ini dapat menggerakkan jiwa wirausaha para mahasiswa sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan pasar di tengah persaingan global dewasa ini. Jadilah SDM yang memiliki kompetensi, daya saing tinggi, kreatif dan inovatif untuk memenangkan kompetisi,” ucap Cok Ace, saat menerima Perwakilan STIKOM Bali Kampus 2 Jimbaran di ruang kerjanya, Selasa (5/3/2019).
Sementara itu, Wakil Koordinator STIKOM Bali Kampus 2 Jimbaran, Abdi Sudiatmika, menyampaikan Kuliah Industri merupakan kegiatan rutin yang dilakukan untuk membekali mahasiswa dengan ilmu serta pengalaman langsung dari pakar dunia industri mengenai dunia kerja serta kebutuhan tenaga kerja di bidang industri.
Kuliah Industri yang mengangkat tema “Kreatif dan Inovatif “ dilakukan selama 2 hari dengan berbagai rangkaian acara antara lain Kuliah Umum, pameran UKM Mahasiswa dan Business Expo.
“Dengan pelaksanaan Kuliah Industri diharapkan mampu mendukung terciptanya link and match antara pendidikan dan kebutuhan industri sehingga mampu menjawab tantangan era kreatif dan inovatif dengan kolaborasi yang baik antara perguruan tinggi, dunia industri, pemerintah dan masyarakat,” pungkas Abdi Sudiatmika.