Rantang Berkah, Sinergi Peduli Lansia dan UMKM

Editor: Satmoko Budi Santoso

PURBALINGGA – Berbagai upaya terus dilakukan Pemkab Purbalingga untuk mengentaskan kemiskinan. Dari sekian banyak program pengentasan kemiskinan yang dijalankan, ada program menarik yang menyentuh kaum lansia, yaitu program rantang berkah.

Program ini berupa pembagian makanan siap santap untuk para lansia yang tidak mampu dan hidup sebatangkara. Pemberian makanan dua kali sehari, sehingga para lansia tidak perlu mengeluarkan biaya untuk makan.

Selain menunjukkan kepedulian terhadap lansia, program ini juga mengangkat sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Purbalingga. Sebab, selama program rantang berkah dilaksanakan mulai bulan Maret  hingga bulan Desember 2019 mendatang, pelaku UMKM secara bergantian akan memasok makanan untuk para lansia tersebut.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Purbalingga, Ir. Sediyono, mengatakan, jumlah lansia di Kabupaten Purbalingga ada sekitar 7.000 orang. Namun yang mendapatkan program rantang berkah untuk tahun pertama ini, baru sebanyak 305 lansia.

Lansia tersebut tersebar pada 7 kecamatan dengan rincian di Kecamatan Kemangkon 78 orang, Kecamatan Mrebet 67 orang, Kutasari 51 orang, Kaligondang 44 orang, Bukateja 24 orang, Rembang 23 orang dan Kecamatan Bojongsari 18 orang.

ʺSebelumnya sudah dilakukan seleksi oleh tim dan lansia yang menerima bantuan program rantang berkah ini, benar-benar yang sangat membutuhkan, karena kondisinya tidak mampu atau hidup sebatangkara. Sebenarnya ada sekitar 1500 lansia yang tidak mampu, tetapi karena keterbatasan anggaran, untuk tahun pertama ini, kita baru alokasikan untuk 305 lansia,ʺ terangnya, Selasa (5/3/2019).

Meskipun hanya 305 lansia yang mendapat jatah rantang berkah, namun sudah menjadi peluang usaha sendiri bagi UMKM di Kabupaten Purbalingga. Sebab, program ini berkelanjutan selama satu tahun. Jika dikalikan dua kali makan untuk 305 orang, selama satu tahun, maka nilainya sudah cukup banyak. Secara otomatis, program ini juga mendongkrak pendapatan UMKM.

Plt Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, mengatakan, untuk lansia kurang mampu lainnya yang berada pada 11 kecamatan lain di Kabupaten Pubalingga, akan dialokasikan bantuan rantang berkah tahun berikutnya.

Plt Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi. Foto: Hermiana E. Effendi

Plt Bupati menyampaikan bahwa program ini merupakan kepedulian Pemkab Purbalingga kepada lansia kurang mampu sebagai upaya perlindungan karitatif (memberi bantuan secara langsung kepada orang yang membutuhkan, seperti memberi makan) terhadap warga yang dipandang sudah tidak produktif lagi. Namun masih membutuhkan uluran tangan agar mampu hidup sehat di masa tuanya.

ʺProgram ini sebenarnya juga bertujuan, agar para lansia sering dikunjungi dan dipantau kesehatannya, minimal oleh petugas yang mengantarkan rantang berkah setiap harinya. Sehingga, jika ada yang sakit atau membutuhkan pertolongan, segera bisa ditangani,ʺ tutur Plt Bupati yang biasa disapa Tiwi ini.

Dari data Pemkab Purbalingga, angka kemiskinan di kabupaten ini pada tahun 2017 sebesar 18,8 persen atau sebanyak 171.800 jiwa termasuk kategori miskin.

Tahun 2018, angka kemiskinan berkurang menjadi 15,62 persen. Program rantang berkah ini, diharapkan mampu menurunkan angka kemiskinan cukup signifikan.

Lihat juga...