Balikpapan Kreatif Center, Dorong Promosikan Produk UMKM
Editor: Satmoko Budi Santoso
BALIKPAPAN – Sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Balikpapan saat ini sangat terbantu dalam memasarkan produk. Mengingat setiap ada kegiatan dan pertemuan nasional yang ada di kota tersebut selalu dilibatkan. Seperti pelaku usaha batik An Niera yang menyebutkan, telah dua kali mengikuti pameran yang digelar Pemerintah Kota maupun BUMN.
Bidang Pemasaran Batik An Niera, Robin, mengatakan, pada tahun ini sudah dua kali mengikuti pameran produk UMKM atau pun kegiatan pertemuan pemerintah nasional yang digelar di kota Balikpapan.
“Kegiatan pameran untuk Angkasa Pura sudah dua kali. Kemudian saat di Grand Senyiur waktu lalu kami juga ikut promosikan produk batik. Dengan kegiatan pameran itu, omzet sangat bagus. Apalagi bukan hanya menjual produk, tapi juga bisa mempromosikan produk,” terang Robin.
Menurutnya, omzet yang dihasilkan sekitar Rp1,2 juta pada saat Gebyar UMKM yang lalu. Maka, diharapkan pada kegiatan hari ini omzet bisa meningkat.
“Karena yang ditonjolkan di sini lebih pada seni, bagaimana cara membatik. Di Balikpapan ini kan hanya ada dua saja yang membatik secara langsung, kami salah satunya,” katanya, Selasa (5/3/2019).
Disebutkan Robin, produk An Niera sendiri merupakan batik jenis cat dan tulis. Apalagi yang membatik dan pegawainya adalah disabilitas. Saat ini, peminat untuk batik An Niera sudah cukup banyak dan untuk lokal sendiri sudah terdistribusi dengan baik.
“Kalau dari peminat luar juga lumayan, apalagi saat ada acara seperti di Hotel Grand Senyiur dan Hotel Novotel lalu,” tukas Robin.
Hal yang sama juga dikatakan Rena, salah satu pelaku UMKM kerajinan tangan yang membuka gerai di Balikpapan Kreatif Center. Balikpapan Kreatif Center sendiri baru diresmikan pada bulan Februari kemarin.
“Setiap hari lumayan ada pengunjungnya, dan mereka yang datang dari luar Balikpapan. Apalagi tempat yang dibuka ada di pusat kota sehingga memudahkan pengunjung mencari oleh-oleh,” ungkapnya saat ditemui.
Ia mengatakan, kerajinan tangan yang dibeli itu seperti kalung manik-manik, batik dan topi bermotif batik khas Kalimantan.
“Kalau harga bervariasi dari Rp50 ribu sampai Rp250 ribu. Kerajinan tangan juga banyak, pengunjung tinggal memilihnya,” ujar Rena.
Untuk diketahui, Gedung Parkir Klandasan saat ini juga digunakan untuk UMKM kuliner dan kerajinan tangan yang diresmikan pada Februari 2019.
Kios yang dibuka oleh UMKM tersebut diberi nama Pemerintah Balikpapan Kreatif Center, menyusul pemkot pada tahun ini fokus mengembangkan industri kreatif.