Sebanyak 18.250 KPM di Sikka Terima Bantuan

Editor: Mahadeva

MAUMERE – Sebanyak 18.250 keluarga penerima manfaat di Kabupaten Sikka, akan menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Para penerima tersebut, tersebar di 21 kecamatan di daerah tersebut. Sementara, jumlah dana yang sudah disalurkan mencapai Rp173.983 miliar.

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo. Foto : Ebed de Rosary

“Sejak 2007, PKH mulai dilaksanakan di Sikka. Mulai dari lima kecamatan dari 21 kecamatan. PKH kini menjangkau 7.565 Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM),” sebut Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, Selasa (19/3/2019).

Seiring perjalanan waktu, sebagai bentuk keseriusan pemerintahan, jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program tersebut bertambah. Makin banyak masyarakat miskin yang tersentuh program tersebut. Untuk menyalurkan bantuan, telah direkrut 84 orang petugas. Mereka terdiri dari dua orang koordinator di kabupaten, 76 orang pendamping, empat orang operator dan asisten dua orang.

Selain berbentuk tunai, bantuan untuk program tersebut juga diberikan dalam bentuk non tunai atau hibah. “Penyaluran melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE PKH),” tambah Bupati yang akrab disapa Roby tersebut.

Total dana hibah yang bergulir dalam KUBE PKH, hingga saat ini berjumlah Rp1,487 miliar. Program tersebut, tidak dimaksudkan untuk meninabobokan masyarakat, dan membuat malas serta hanya menunggu untuk dibantu. “Lebih dari itu, program ini menstimulasi dan untuk mendorong masyarakat miskin, agar berusaha sekuat tenaga. Masyarakat harus berupaya secara mandiri keluar dari kungkungan kemiskinan,” tandasnya.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Dr. Ir. R. Harry Hikmat, mengatakan, Bansos PKH, jadwal penyaluran di 2019 berubah. Dari semula di Februari, Mei, Agustus dan November, menjadi Januari, April, Juli dan Oktober.

Penyaluran tahap kedua siap dilaksanakan pada awal April. “Realisasi penyaluran bantuan sosial PKH Tahap I secara nasional per 13 Maret mencapai 99,99 persen. Berdasarkan hasil evaluasi World Bank di 2018, PKH berkontribusi positif terhadap peningkatan konsumsi perkapita sebesar 10 persen, dan konsumsi makanan berprotein delapan persen,” terangnya.

Selain itu PKH juga berkontribusi mengurangi stunting sebesar 27 persen. Serta mampu mengurangi stunting berat hingga 62 persen. Adapun partisipasi sekolah anak KPM PKH mencapai rata rata 98 persen. “PKH juga terbukti mendorong kemandirian KPM PKH yang sudah Graduasi Sejahtera Mandiri di 2018 sebanyak 621.788 KPM atau 6,2 persen. Target graduasi di 2019 sebanyak 800.000 KPM atau 8 persen,” pungkasnya.

Lihat juga...