Pembangunan Kepulauan Seribu Selaras KSPN
Editor: Koko Triarko
JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan, pembangunan jangka panjang Kepulauan Seribu, akan diselaraskan dengan prioritas pemerintah pusat yang menjadikan wilayah kemaritiman Jakarta ini sebagai salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
“Tema kita untuk tahun 2020, yaitu pembangunan berkualitas. Kualitas pembangunan itu ditentukan bukan dari angka tingkat pertumbuhannya. Pertumbuhan pembangunan, misalnya perekonomiannya tumbuh 6 persen. Berkualitas atau tidak, ditentukan apakah pembangunan merata atau tidak,” kata Anies, pada acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu Tahun 2019, di Kantor Bupati, Pulau Pramuka, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Jumat (22/3/2019).
Ketika pembangunan itu merata, lanjut Anies, maka pembangunan disebut berkualitas. Ketika pembangunan itu tidak merata, maka pembangunan itu tidak berkualitas.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur pariwisata yang menjadi andalan di Kepulauan Seribu menjadi fokus pembahasan.
Anies mengatakan, pembangunan infrastruktur mulai dari penghubung antara Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu hingga air bersih, harus terpenuhi dengan baik.
“Air, konektivitas, kesehatan, penanganan limbah itu paling dasar termasuk puskemas keliling. Hal mendasar beres, maka hal yang lainnya tumbuh. Karena hal yang mendasar tidak beres, maka PR kota selalu bertambah,” katanya.
Menurut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, pembangunan di DKI Jakarta saat ini hanya berfokus pada lima kota administrasi yang ada, sementara Kabupaten Kepulauan Seribu kurang mendapat perhatian.
“Kualitasnya ini sangat relevan dengan apa yang ada di kepulauan seribu, karena seringkali DKI itu tumbuh pesat kotanya, tumbuh kabupatennya terseok-seok,” ungkap Anies.
Maka, dia mencanangkan pembangunan yang berkualitas juga harus dirasakan di Kabupaten Kepulauan Seribu, sebagai bagian dari Ibu Kota Jakarta.
Mantan Rektor Universitas Paramadina itu menilai, kebutuhan dasar masyarakat di Kepulauan Seribu, harus bisa dientaskan, dan menjadi prioritas utama dalam pembangunan tahun 2020.
Beberapa kebutuhan dasar itu, di antaranya ketersediaan air bersih, tata kelola air limbah, akses pendidikan maupun kesehatan, termasuk pengadaan Puskesmas Keliling, dan mobilitas masyarakat antarpulau.
“Jadi, niat kita semua adalah membuat Jakarta bisa menjadi contoh, bahwa Kepulauan bisa dikelola, bisa dikembangkan dengan baik. Kalau di Kepulauan Seribu ini pembangunan berjalan dengan baik, maka kita bisa mengirimkan pesan kepada saudara-saudara kita di pulau-pulau yang jauh dari Ibu Kota. Tapi, kalau di tempat ini tidak berhasil, jangan berharap yang di ujung sana akan merasa optimis. Wong yang di depan Ibu Kota tidak beres. Karena itu, kita harus bereskan di Kepulauan Seribu. Kita harus majukan Kepulauan Seribu,” jelasnya.
Kemudian orang nomor satu di Ibu Kota Jakarta itu menekankan, kegiatan Musrenbang merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam proses bottom-up, termasuk top-down, melalui perumusan kebijakan yang sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemprov DKI Jakarta selama lima tahun.
Menurutnya, Musrenbang ini adalah proses untuk mendapatkan aspirasi, ide, gagasan, harapan yang nantinya diolah menjadi rencana pembangunan.
“Yang menjadi masalah adalah, apakah prosesnya berjalan dengan baik, agar masalah yang ada di masyarakat bisa diformulasikan dalam bahasa rencana pembangunan, sehingga bisa menjadi kegiatan nantinya,” tuturnya.
Sementara, Bupati Kepulauan Seribu, Husain Murad, menyampaikan ada beberapa masalah yang menjadi perhatian di Kepulauan Seribu. Mulai dari perhubungan, air bersih hingga pengelolaan sampah.
“Pertama, konektivitas antarpulau, khususnya 11 pulau penduduk. Air bersih juga kurang dari jumlah yang dibutuhkan. Penanganan limbah juga masih menjadi masalah. Belum dimiliki grand desaign pembangunan. Penanganan sampah, itu harus diangkut manual sampai tempat pembuangan akhir di Bantar Gebang,” kata Murad kepada Anies.
Menurut Murad, masalah perhubungan sangat penting untuk diselesaikan. Terlebih, masyarakat Kepulauan Seribu masih memasok kebutuhan pokok dari daratan Jakarta.
“Kebutuhan pokok selama ini dipasok dari daerah daratan Jakarta, sehingga korelasi dengan transportasi masih tergantung,” ucap Murad.
Sejumlah pejabat yang hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Sekretaris Daerah (sekda) DKI Jakarta, Saefullah, Bupati Pulau Seribu, Husain Murad beserta jajaran, Kepala Bappeda DKI Jakarta, Sri Mahendra, dan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik.
Sebelumnya, Anies telah menggelar kegiatan musyawarah rembuk nasional ini di wilayah Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan. Pada musrembang di Jakarta Utara yang digelar Selasa 19 Maret 2019, Anies menekankan persoalan pertumbuhan ekonomi berkualitas secara multisektor, sebagai tema pembangunan DKI Jakarta pada 2020.
Sedangkan untuk Musrembang Jakarta Selatan, Anies secara umum menekankan pembangunan ruang ketiga atau ruang interaksi yang berkualitas bagi publik, dan memiliki nilai-nilai yang baik. Seperti nilai kesetaraan, seperti desain dan sosial ekonomi, nilai moral, seperti fasilitas ibadah, serta nilai pendidikan.