Kapal Roro Kembali Layani Maumere-Surabaya

Editor: Mahadeva

MAUMERE – Kapal Roll On-Roll Off (Roro) kembali melayani rute Maumere-Surabaya. Kehadiran tersebut, sangat membantu pengusaha di NTT mengirim hasil pertanian dan perkebunan ke Surabaya.

“Kehadiran kapal ini tentunya akan sangat membantu pengusaha hasil komoditi serta para petani. Hasil perkebunan seperi pisang, kakao,kelapa, cengkeh, mente dan lainnya bisa dikirim ke Surabaya,” sebut Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka, Wilhelmus Sirilus, Sabtu (2/3/2019).

Sirilus menyebut, sejak kapal roro hadir di Maumere beberapa tahun lalu, setiap hari para pedagang pengumpul keluar masuk kampung, dengan truk dan pick up. Mereka membeli pisang, kelapa dan hasil perkebunan lain dari masyarakat.

“Semua hasil perkebunan tersebut nantinya akan diangkut ke atas truk besar di lokasi pelabuhan. Truk-truk besar ini yang akan membawanya ke Surabaya untuk dijual bahkan ada yang membawanya ke Denpasar, Bali,” sebutnya.

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo (kanan) bersama manager Operasional dan Umum PT. Windu Karsa Jakarta Ir. Togar Napitupulu, MM. Foto : Ebed de Rosary

Sebelumnya, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo S.Sos, M.Si. saat tatap muka dan berdialog dengan Manajemen PT. Windu Karsa, meminta agar kapal roro bisa melayani rute ke pelabuhan Laurens Say Maumere.

Roby menyebut, Kabupaten Sikka di 2025 akan menjadi pusat perdagangan jasa, pariwisata dan industri pengolahan di kawasan Flores. Oleh karenanya, sarana tranportasi laut tersebut akan menjadi andalan menjual atau memasarkan semua potensi yang dimiliki. Sikka memiliki sekira 67 ribu hektare lahan yang cocok untuk tanaman pangan atau tanaman perkebunan. Seperti kelapa, jambu mente, coklat dan cengkeh.

Beroperasinya kapal roro di Maumere, disebut Roby, akan diupayakan pemerintah daerah dengan membangun hubungan jangka panjang. Bahkan pemerintah daerah siap jika misalnya dibutuhkan subsidi. Hal tersebut akan dipelajari lebih lanjut, asal keberadaan operasional kapal roro dapat terus berlanjut. “Kami berharap agar lebih memilih Maumere dari pada daerah yang lain. Memang disini juga beroperasi container, tetapi ada keluhan dari para pedagang terkait lambatnya bongkar muat dan biayanya makin tinggi,” tegasnya.

Manajer Operasional dan Umum PT. Windu Karsa Jakarta, Ir. Togar Napitupulu, MM, berharap keberadaan kapal roro dapat diterima di Kkabupaten Sikka. Menurutnya, dermaga Laurens Say sudah sangat layak didarati kapal roro. “Kami sudah melakukan pemeriksaan dan peninjauan terhadap dermaga, hasil peninjauan kami dermaganya cukup bagus dan kapal ini akan bisa sandar dengan baik,” kata Togar.

Lihat juga...