Jaga Kesehatan Otak Cegah Penyakit Stroke
Editor: Koko Triarko
JAKARTA – Stroke merupakan penyakit tidak menular yang saat ini menduduki peringkat kedua sebagai penyebab kematian. Stroke muncul salah satunya akibat tidak terjaganya kesehatan otak. Sehingga untuk mencegah stroke, sangat penting menjaga kesehatan otak.
Dokter Warsiyah, Sp.S., menyampaikan, fungsi dan kesehatan otak sangat penting untuk dijaga, karena otak merupakan pusat koordinasi dari seluruh tubuh manusia.
“Kesehatan otak dipengaruhi oleh aliran darah, dan kandungan darah yang menuju ke otak. Misalnya, kandungan oksigen yang dibawa oleh darah melalui pembuluh darah. Oksigen itu penting untuk otak, sehingga kandungannya harus terjaga,” kata dr. Warsiyah, pada acara Seminar Medis Menjaga Kesehatan Jantung, Otak dan Pembuluh Darah di RS Royal Progress Jakarta, Sabtu (30/3/2019).
Ia melanjutkan, saat oksigen dibawa ke otak juga tidak boleh ada halangan. Artinya, jika ingin menjaga kesehatan otak, juga harus bisa menjaga kesehatan pembuluh darah dan jantung, yang memompa darah.
Ia menguraikan, bahwa untuk menjaga kesehatan otak, ada beberapa hal yang dapat dilakukan.
“Untuk memastikan otak terjaga kesehatannya, orang perlu melakukan aktivitas fisik yang memastikan otak akan mendapat suplai darah yang baik. Ditambah makanan bergizi, istirahat dan tidur yang cukup,” ujar dr. Warsiyah.
Terlibat dalam suatu kegiatan sosial juga dipercaya dapat menjaga kesehatan otak. Karena otak akan terus bekerja, sehingga melatih otak tetap aktif.
“Bersamaan dengan itu, orang juga harus menghindari faktor risiko. Seperti makanan siap saji, karbohidrat olahan, tidak mengkonsumsi alkohol maupun kafein. Lebih bagus jika tidak merokok,” ucapnya.
Beberapa asupan makanan dan minuman juga dapat membantu menjaga kesehatan otak. “Perbanyak minum air putih setiap hari, usahakan untuk menggunakan minyak yang mengandung omega 3, mengkonsumsi protein hewan dan nabati secara teratur, memenuhi zat besi yang dibutuhkan tubuh dan mengoptimalkan asupan B12,” urai dr. Warsiyah.
Untuk asupan makanan, dapat diatur sesuai kondisi tubuh. Sebagai contoh, jika memang memiliki alergi protein hewani atau memiliki penyakit yang tidak memperbolehkan asupan zat besi terlalu tinggi, bisa digantikan dengan alternatif makanan lain.
“Beberapa makanan yang dipercaya bagus untuk otak itu, seperti kenari, teh, wortel, ikan, bayam dan buah beri,” kata dokter yang selalu menyempatkan untuk meminum secangkir teh sebelum memulai aktivitas hariannya, di dua rumah sakit besar di kawasan Jakarta Utara.
Mengakhiri uraiannya, dr. Warsiyah menegaskan, bahwa gaya hidup sehat merupakan cara termudah dan termurah untuk menjaga kesehatan otak. Sehingga mampu mencegah penyakit-penyakit berbahaya yang mampu berkembang di daerah otak manusia.