Alat Seismograf Baru, Dipasang di Gunung Anak Krakatau
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Pos pengamatan Gunung Anak Krakatau Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, melalui Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG), melakukan penggantian alat seismograf yang rusak akibat erupsi GAK beberapa bulan lalu.
Petugas Pos Pengamatan GAK di Dusun Hargo Pancuran, Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suardi, mengatakan, pemasangan alat seismograf untuk melakukan pencatatan aktivitas seismik, di antaranya kegempaan vulkanik dalam, tektonik lokal, serta tremor menerus.
Melalui alat seismograf tersebut, aktivitas kegempaan dipancarkan ke pos pengamatan di Pasauran, Banten dan Hargo Pancuran.
Andi Suardi menyebut, sistem pemantauan Gunung Anak Krakatau (GAK) dilakukan dengan sistem visual serta menggunakan alat seismik. Pemantauan visual mempergunakan teropong binokuler untuk mengamati tinggi asap solfatara, pengukuran suhu solfatara, pemeriksaan lapangan secara periodik.
Sementara untuk pemantauan seismik dipergunakan sistem radio telemetri dan pencatat gempa tipe PS-2, lokasi seismometer di Pulau Sertung.
“Alat seismograf yang rusak diganti, agar bisa memantau aktivitas seismik yang berasal dari Gunung Anak Krakatau yang dipantau setiap enam jam sekali,” terang Andi Suardi, kepala pos pengamatan Gunung Anak Krakatau, saat ditemui Cendana News, Selasa (5/4/2019).
Akibat erupsi lalu, ketinggian Gunung Anak Krakatau saat ini menjadi 155 meter di atas permukaan laut. Bertambahanya ketinggian GAK ini dipengaruhi oleh aktivitas erupsi, yang mengeluarkan material vulkanik berupa pasir dan material dari tubuh gunung di Selat Sunda tersebut.
Andi Suardi mengatakan, ketinggian badan Gunung Anak Krakatau masih akan bertambah, dan pihaknya terus memantau dengan menggunakan peralatan yang telah disediakan oleh Kementerian ESDM.
Selain secara visual, kondisi GAK juga diamati oleh petugas pos pengamatan melalui alat seismograf yang dipasang di sekitar gunung berapi di Selat Sunda tersebut.
Andi Suardi menyebut, berdasarkan kondisi meteorologi di sekitar GAK pada Selasa (5/4/2019), kondisi cuaca mendung dan hujan. Angin bertiup lemah ke arah timur. Suhu udara 26-29 derajat Celcius, kelembaban udara 0-0 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg. Secara visual, gunung terlihat jelas hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati dan ombak laut terpantau tenang.
Sesuai data Magma Volcanic Activity Report (VAR), aktivitas kegempaan yang tercatat, di antaranya vulkanik dalam berJumlah 2, amplitudo : 3-7 mm, S-P : 1.1-1.2 detik, durasi : 5-12 detik. Kegempaan tektonik lokal berjumlah 1, amplitudo 9 mm, S-P : 2.4 detik, Durasi : 28 detik.
Sesuai data tersebut, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau berada pada level III atau Siaga. Masyarakat serta wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 5 kilometer dari kawah.