Tahun Politik, BKPM Targetkan Pertumbuhan Investasi Rp798 Triliun 

Editor: Mahadeva

Direktur Wilayah I BKPM, Agus Joko Saptono. Foto : Sri Sugiarti 

JAKARTA – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) optimistis, investasi akan tetap tumbuh meski Indonesia memasuki tahun politik.

Tren Penanaman Modal Asing (PMA), dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), sepanjang periode 2015 hingga 2018 terus meningkat. “Di 2019 ini, BKPM menargetkan investasi sebesar Rp792,3 triliun, atau tumbuh 9,84 persen dibandingkan 2018,” kata Direktur Wilayah I BKPM, Agus Joko Saptono, pada diskusi INDEF, Tantangan Mendorong Pertumbuhan dan Menarik Investasi di Tahun Politik, Kamis (7/2/2019).

Dari catatannya, realisasi investasi di 2018 mencapai 94 persen dari target Rp721,3 triliun, atau sekira Rp677 triliun. PMDN di 2018 naik 25,3 persen, yaitu sebesar Rp328,6 triliun dari Rp262,3 triliun di 2017. PMA, turun 8,8 persen, yaitu sebesar Rp392,7 triliun, dibandingkan kondisi di 2017 yang mencapai Rp430,5 triliun.

Memasuki semester II 2018, sudah ada indikasi penurunan. Ini disebakan nilai tukar rupiah yang terkoreksi, dan perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Cina. “Masuk semester II, indikasi turun, karena dampak nilai tukar yang terkoreksi dan trade war Amerika dan Cina,” tambahnya.

Selain itu, tahun politik juga memicu kekhawatiran investor, untuk berinvestasi di Indonesia. Sementara pemilu, merupakan siklus lima tahunnan di Indonesia. Tahun politik menurutnya, sangat mempengaruhi investasi. Namun demikian, pihaknya tetap optimistis, investasi bisa tumbuh di 2019.

“Kita optimis, targetkan investasi sebesar Rp792,3 triliun. Karena meskipun tahun politik, pertumbuhan ekonomi masih 5,17 persen dibandingkan kondisi 2014 yang di kisaran 5,02 persen. Saya lihat situasi politik tidak sekontras di 2014, ini lebih smooth,” tandasnya.

Agus menilai, siapa-pun dari kedua pasangan Calon Presiden (Capres) yang terpilih memimpin Indonesia di 2019-2024, tetap memiliki perhatian besar terhadap investasi. Sehingga, Dia optimistis, investasi tetap akan digenjot, agar tumbuh lebih tinggi. Untuk meningkatkan investasi di tahun politik, BKPM akan menerapkan sistem Online Single Submission (OSS). “Kami akan melakukan perbaikan, OSS bisa dimanfaatkan dengan baik,” pungkasnya.

Lihat juga...