Seminggu, Dua Warga Pamekasan Disambar Petir
PAMEKASAN – Sepekan terakhir, dua warga Pamekasan, Madura, Jawa Timur disambar petir. Mereka disambar petir, saat cuaca buruk yang terjadi di wilayah itu dalam sepekan terakhir.
“Kedua warga Pamekasan yang disambar petir itu masing-masing warga Desa Dempo Barat, Kecamatan Pasean dan warga Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Pamekasan,” kata Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan, Budi Cahyono, Senin (25/2/2019).
Dari dua korban sambaran petir tersebut, satu orang meninggal dunia, bernama Saripa (50), yaitu seorang petani warga Dusun Kembang, Desa Dempo Barat, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Korban meninggal dunia setelah tersambar petir saat bercocok tanaman, pada Minggu (24/2/2019) sore.
Saripa disambar petir, saat berada di tengah ladang. Saat itu korban bersama saudaranya, yang bernama Tuni (46), sedang bekerja di ladang. “Beruntung Tuni yang sedang bersama korban selamat dari petaka itu,” ujar Zaini.
Warga setempat yang mendengar kejadian tersebut langsung berdatangan untuk menolong. Korban dibawa ke rumah duka, dan disambut tangis histeris dari keluarga korban yang tidak menyangka musibah datang dengan tiba-tiba.
Sebelumnya, Kamhar (40), seorang nelayan warga Dusun Sumber Bulen, Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, juga disambar petir. Dia disambar saat mencari ikan di perairan Pantai Jumiang, Pademawu, Pamekasan bersama lima orang orang temannya. Berbeda dengan Saripa, Kamhar masih selamat, dan hanya dirujuk ke RSU Mohamamad Noer Pamekasan, lantaran pingsan tidak sadarkan diri.
Pada saat peristiwa terjadi, Kamhar yang merupakan seorang kapten perahu, sedang duduk di bagian belakang kapal, bersandar di tiang bendera tempat biasanya menjalankan tugasnya menjadi juru mudi perahu.
Sekira pukul 08.30 WIB, ketika langit mulai gelap serta hujan rintik-rintik, tiba-tiba petir menyambar tiang bendera yang menjadi sandaran Kamhar, sehingga biasan petir juga mengenai tubuh sang kapten kapal. Seketika itu juga Kamhar langsung pingsan tak sadarkan diri. Teman-temannya langsung memutar haluan perahu merapat ke tepi pantai dan membawa korban ke RSUD Mohammad Noer Pamekasan.
Budi Cahyono menyebut, berdasarkan hasil prakiraan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisikan (BKMG), potensi cuaca buruk, masih akan terjadi hingga sepekan kedepan. “Oleh karena itu, kami mengimbau, agar warga hendaknya waspada, terutama para nelayan. Jika cuaca buruk dan petir menyambar-nyambar hendaknya berteduh di dalam rumah saja,” katanya.
Kasus warga disambar petir merupakan salah satu jenis bencana yang terjadi di Pamekasan selama musim hujan. Jenis bencana lain, yang juga terjadi di Pamekasan adalah angin kencang, banjir dan tanah longsor. Data BPBD Pemkab Pamekasan menyebut, hingga saat ini sedikitnya 65 bangunan milik warga, berikut tempat ibadah berupa masjid rusak akibat angin kencang. (Ant)