Sejarah RSUD dr. Chasbullah di Bekasi, Siap Dibukukan

Editor: Satmoko Budi Santoso

BEKASI — Sejarah berdirinya Rumah Sakit Umum Daerah dr. Chasbullah Abdulmadjid di Kota Bekasi, Jawa Barat, mulai terungkap melalui goresan tangan sejarawan Bekasi, Ali Anwar.

Dalam buku berjudul Sejarah RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid disebutkan diresmikan pada tanggal 4 Februari 1939.

“Data tersebut masih tersimpan di Perpustakaan Nasional RI, dalam bentuk Koran Batavia News Blade tertanggal 6 Februari 1939 dalam bahasa Belanda,” kata Sejarawan Bekasi, Ali Anwar, di sela-sela pre launching buku Sejarah RSUD Kota Bekasi, Jumat (1/2/2019).

Anwar menuturkan, dalam koran Batavia News tersebut, jika diterjemahkan artinya adalah Pembukaan Rumah Sakit Bekasi, dan dalam beritanya tertulis peresmiannya tertanggal 4 Februari 1939.

Menariknya yang menghadiri peresmian RSUD Kota Bekasi saat itu, tidak tanggung-tanggung di antaranya Residen Batavia, HA. Loekhman, Kepala Dinas Kesehatan Jabar dr. Vereli yang juga sebagai dokter karesidenan dan para tuan tanah di Kabupaten Bekasi.

Sejarawan Bekasi, Ali Anwar, penulis buku sejarah RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi. Foto: Muhammad Amin

Bahkan, tutur Ali Anwar, peresmian RSUD Kota Bekasi, dilakukan langsung oleh Istri Gubernur Jawa Barat ketika itu, Ny. Van De Hook, ditandai dengan pembukaan selubung tirai. Sepertinya di zaman itu belum ada istilah gunting pita.

Seiring perjalanan, RSUD Kota Bekasi, tentunya mengalami berbagai perubahan. Sejak era kemerdekaan RSUD Kota Bekasi hanya dinamakan Rumah Sakit Umum Bekasi, kemudian berubah lagi menjadi Rumah Sakit Umum (RSU) Pembantu Bekasi. Lalu, RSUD Kabupaten Bekasi, dan pada tahun 1999 dilakukan serah terima dari Pemerintah Kabupaten Bekasi ke Pemerintah Kota Bekasi, namanya berganti menjadi RSUD Kota Bekasi.

Sekitar tiga tahun lalu oleh Pemerintah Kota Bekasi, namanya ditambah menjadi RSUD dr. Chasbullah Abdulmajid Kota Bekasi. “Nama dr. Chasbullah Abdulmadjid itu sekitar 3 tahun lalu. Beliau adalah salah satu direktur RSUD pada tahun 1970-an sekaligus Kepala Dinas Kesehatan di Pemerintah Kota Bekasi,” papar Ali Anwar.

Dia mengaku, dalam penggarapan buku sejarah RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, dikerjakan sendiri, dan lama penulisan hanya tiga bulanan. Saat ini cetakan masih terbatas hanya sekitar 60 eksemplar. Ali Anwar beralasan masih banyak yang harus direvisi.

“Kami belum bisa memberikan buku sejarah RSUD Kota Bekasi ke publik, karena masih kami diskusikan dulu secara internal untuk penambahan dan pengurangan isi. Cetak saat ini hanya untuk kepentingan publikasi terbatas dengan ketebalan 200 halaman,” ujarnya.

Ia berharap, dua bulan ke depan buku sejarah yang ditulisnya dapat diterbitkan dan menjadi konsumsi publik. Meskipun demikian, imbuhnya, tidak menutup kemungkinan akan dikomersialkan tergantung rumah sakit maupun bahan yang ada. Tapi keinginannya, dua bulan ke depan sudah bisa diterbitkan untuk kepentingan publik.

“Karya harus mendapat kritik untuk menuju perbaikan. Dan saya siap dikritik jika nanti sudah dicetak untuk konsumsi publik karena itu merupakan proses kajian ilmiah sehingga tercipta suatu karya,” tandas Ali Anwar.

Pengunjung pre launching buku penulisan sejarah RSUD Kota Bekasi, di antaranya hadir Walikota Bekasi, Rahmat Effendi. Foto: Muhammad Amin

Harapannya, lanjut dia, melalui kritikan dan masukan akan menambah kesempurnaan suatu penulisan sejarah. Karena menurutnya  dalam mengumpulkan bahan selama ini sangat terbatas dan sulit. Bahkan seperti perbaikan yang dilakukan di era tahun 1960-an atau pun 1970-an tidak ditemukan fotonya.

Pre launching buku Sejarah RSUD Kota Bekasi, langsung dilakukan Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, didampingi Direktur Utama RSUD, dan pejabat di lingkungan Pemkot Bekasi.

Lihat juga...