Produksi Ikan di TPI Alok Maumere Melimpah

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

Para pengepul sedang menawarkan ikan kepada para pedagang eceran di TPI Alok Maumere. Foto : Ebed de Rosary

MAUMERE — Musim panen ikan membuat harga ikan di TPI Alok menurun drastis bahkan pembeli kesulitan menjual akibat produksinya melimpah.

TPI Alok
H. Burhan pemilik kapal ikan Lampara yang biasa menjual ikan hasil tangkapan di TPI Alok Maumere.Foto : Ebed de Rosary

“Sejak seminggu ini harga ikan menurun drastis. Ikan selar dan layang yang biasanya dijual satu kantong plastik seharga Rp300 ribu sampai Rp350 ribu pun dijual Rp100 ribu hingga Rp150 ribu,” sebut Nur Halimah, penjual ikan di TPI Alok Maumere, Senin (11/2/2019).

Dikatakan, membanjirnya ikan selar dan layang sebesar jari orang dewasa yang dijual seharga Rp30 ribu sampai Rp50 ribu satu kantong plastik.

“Ikan cakalang dan ekor kuning berukuran besar saja yang biasa dijual Rp100 ribu sampai Rp150 ribu dilepas dengan harga Rp70 ribu sampai Rp80 ribu seekornya. Kadang bisa dijual seharga Rp50 ribu seekornya,” sebutnya.

Nur mengatakan, membanjirnya ikan layang dan selar berukuran kecil dijual dengan harga Rp10 ribu rupiah ukuran seperempat kantong plastik. Biasanya ikan berukuran kecil ini dijual pedagang eceran Rp40 ribu rupiah untuk ukuran yang sama.

H. Burhan pemilik kapal ikan jenis Lampara yang setiap hari menjual ikan di TPI Alok Maumere menjelaskan, pihaknya terpaksa menjual ikan selar dan layang ukuran kecil dengan harga sangat murah karena produksi ikan melimpah.

“Satu kantong plastik kami jula Rp30 sampai Rp50 ribu rupiah sebab ikan jenis ini lagi musimnya. Kalau banyak, dalam seminggu ke depan harga ikan akan turun lagi bahkan terkadang kami kesulitan menjualnya,” ungkapnya.

Musim ikan di bulan Februari ini hasil tangkapan lebih banyak karena hampir setiap hari terjadi hujan sebut Burhan sehingga baik lampara maupun bagan mengalami over produksi.

“Kalau tidak laku terjual kadang ikannya kami keringkan atau terkadang dibuang kalau tidak laku. Perusahaan penampung ikan tidak membeli ikan layang dan selar meskipun berukuran besar,” sebutnya.

Bahkan ikan tongkol atau biasa dinamakan Martasi berukuran 3 jari orang dewasa saja tidak dibeli. Ini yang membuat Burhan mengaku pemilik lampara merasa rugi bila sedang musim ikan.

Lihat juga...