Petani Bawang Merah Lamsel Masih Andalkan Benih Asal Brebes
LAMPUNG — Sejumlah petani bawang merah di Kecamatan Sragi dan Ketapang Lampung Selatan (Lamsel) masih mengandalkan benih berupa biji atau true shallot seed (TSS) asal Brebes, Jawa Tengah.
Yustam (70) bersama sang istri Isnainah (68) warga Desa Sidoasih, Kecamatan Sragi menyebutkan, semenjak lima tahun silam dalam memenuhi kebutuhan bibit, mereka kerap membeli dari sejumlah kendaraan truk ekpedisi yang mengirim bawang merah ke Sumatera. Harga benih dibeli dengan harga Rp20.000 per kilogram belum termasuk ongkos.
“Benih masih kami datangkan dari Brebes Jawa Tengah, karena kualitasnya terjamin sekaligus produksi saat panen selalu maksimal. Sepekan sebelum panen, biasanya saya sudah memesan bibit yang akan dibawa bersamaan dengan truk ekspedisi,” terang Yustam saat ditemui Cendana News, Senin (25/2/2019)
Pengembangan komoditas bawang merah selama ini masih dilakukan secara mandiri. Proses pembelian benih, distribusi hasil panen langsung dilakukan oleh petani. Meski wilayah Kecamatan Ketapang dan Sragi pernah ditetapkan sebagai kawasan pengembangan bawang merah, namun saat ini petani masih terkendala modal. Beberapa di antaranya bahkan kembali menanam padi serta jagung.
“Saya mengembangkan tanaman bawang merah karena proses perawatan lebih mudah sekaligus cepat panen,” beber Yustam.

Petani bawang merah lainnya, Rahmat (59) menyebut ia juga masih mengandalkan bibit bawang merah dari Brebes karena memiliki kualitas yang bagus.
Sesuai dengan pengalaman beberapa tahun menanam ia menyebut untuk benih sebanyak satu kilogram bisa menghasilkan sekitar 40 hingga 50 kilogram tergantung perawatan dan pemberian pupuk. Satu hektare lahan dengan benih sekitar 200 kilogram ia bisa menghasilkan sekitar 4 ton.
Produksi sebanyak 4 ton disebut Rahmat akan semakin maksimal saat musim kemarau, pasalnya bawang merah aman dari proses pembusukan. Masa penanaman selama 60 hari ia memastikan dengan harga Rp25.000 per kilogram bisa mendapatkan omzet kotor Rp100 juta.
“Petani bawang merah yang menanam pada awal tahun ini berpotensi meraih untung karena panen bisa bertepatan dengan bulan Ramadan dan Idul Fitri,” cetus Rahmat.
Bawang merah yang sudah dipanen selanjutnya dikeringkan selama dua pekan. Proses pengeringan juga mempermudah penyortiran. Saat musim hujan ia harus menyiapkan penutup plastik agar saat proses penjemuran tidak langsung terkena air hujan.