Komunitas Bersama DLH Bekasi Bersihkan Tumpukan Sampah di Bendungan Koja
Editor: Koko Triarko
BEKASI – Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C) bersama tim katak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, melakukan pengangkatan sampah bambu yang menyumbat bendungan Koja, di Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Upaya tersebut sebagai antisipasi banjir yang melanda lingkungan sekitar yang dilintasi sungai. Pasalnya, hujan dengan intensitas tinggi, pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari kemarin, menyebabkan banjir di empat perumahan, seperti Vila Nusa Indah 3 dan Vila Mahkota Pesona, perumahan Bumi Perkemahan Jatisari dan Puri Nusaphala.

“Luapan sungai Cikeas yang melanda empat kawasan perumahan itu lebih disebabkan gunungan sampah yang menumpuk di Bandung Koja. Untuk itu, kita bersihkan,” kata Ketua KP2C, Puarman, Minggu (17/2/2019).
Pantauan di lokasi KP2C, bersama tim Katak LH Kota Bekasi, hingga pukul 15.00 WIB masih melakukan pengangkutan. Sampah bambu tersebut sebagian diambil warga untuk dimanfaatkan atau dibawa ke Hutan Bambu Margahayu Kota Bekasi.
“Yang tidak terpakai dibuang ke tempat pembuangan akhir (TP),”tandas Puarman mengatakan kondisi saat ini sekitar 70 persen terangkat.
Dikatakan jika tidak selesai, maka pengangkutan sampah bambu di bendungan Koja, akan dilanjutkan besok Senin (18/2).
Menurutnya, tim KP2C bersama tim Katak dari LH Kota Bekasi kerap melakukan pembersihan pada akhir 2018. Tumpukan sampah bambu di bendungan Koja bukan hal baru, tetapi belum ada tindakan tegas.
“Sampah bambu yang menggunung di bendungan Koja, diduga dari sisa bangunan yang dibuang sembarangan dari hulu sungai,” ujarnya.
Dia menegaskan, ketika hulu sungai meluap, biasanya perumahan di sepanjang sungai Cileungsi yang dilanda banjir. Namun pada Sabtu subuh kemarin, ketinggian air di titik pantau di sungai Cileungsi hanya 330 cm. Sementara di titik pantau Pertemuan Cileungsi-Cikeas di Perum Pondok Gede Permai, Bekasi tertinggi 550 cm.
Padahal, Jumat tengah malam pukul 23.00, titik pantau TMA KP2C di kawasan Cibongas (berada dua jam perjalanan air dari sungai Cileungsi), menunjukkan ketinggian air mencapai 280 cm, hal yang sangat jarang terjadi.
“Dini hari Sabtu tadi, luapan sungai Cileungsi hanya menggenangi jalan di beberapa perumahan,” kata Puarman, yang menilai kejadian ini cukup unik, dan menjadi bahan evaluasi KP2C ke depan, untuk menetapkan titik-titik berpotensi banjir terkait TMA Cikeas dan Cileungsi.