Diserang Hama Keong Mas, Petani Penengahan Lakukan Penyulaman

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Lahan pertanian padi di Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan diserang hama keong mas (Pomacea canaliculata lamarck). Hama menyerang tanaman, saat masih berusia muda.

Suwondo, salah satu petani di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan menyebut, hama keong mas menyerang tanaman padi miliknya, yang masih berumur kurang dari 14 Hari Setelah Tanam (HST). Tanaman padi varietas Ciherang dan IR 64, diserang hama di bagian batang dan daun. Bibit padi yang sudah ditanam menjadi mati tanpa bekas. Dampaknya, lahan terlihat kosong seperti belum ditanami padi.

Perkembangan keong mas yang begitu cepat, membuat tanaman padi muda yang rusak harus cepat diganti dengan tanaman baru, atau dilakukan proses penyulaman. “Petak petak sawah yang sudah ditanami padi rusak akibat hama keong. Tanaman padi muda habis dimangsa keong mas dalam waktu semalam,” terang Suwondo saat ditemui Cendana News, Senin (18/2/2019).

Telur keong mas yang menempel di batang padi usia muda saat menetas keong mas muda menghabiskan batang dan daun padi – Foto Henk Widi

Upaya pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dilakukan dengan berbagai metode. Secara tradisional, petani memunguti keong mas dewasa, agar tidak bertelur. Telur keong mas kerap diletakkan induk di batang padi, genjer serta pematang sawah. Telur tersebut cepat menetas. Keong mas muda yang baru menetas, memiliki nafsu makan tinggi. Hal itu berimbas tanaman padi muda mengalami kerusakan.

Upaya mengatasi kerugian, solusi yang dilakukan adalah melakukan penyulaman, memanfaatkan bibit padi muda yang disiapkan untuk mengantisipasi tanaman padi rusak lebih parah. Mengantisipasi penyebaran keong mas, Suwondo yang memelihara puluhan ekor bebek menjadikan hama tersebut sebagai pakan campuran bersama dedak. Selain memungut, untuk mengatasi keong dewasa juga dilakukan penyemprotan zat kimia.

Pengeringan lahan, juga menjadi upaya untuk menghindari keong mas menyebar. Hama tersebut menyebar dengan mengandalkan air. “Terkadang saya mempergunakan tekhnik alami dengan daun pepaya yang menjadi pakan dan tempat berkumpul keong lalu saya pungut untuk diberikan sebagai pakan bebek,” terang Suwondo.

Petani lain, Sukirman, menyebut, setelah serangan hama, Dia melakukan pemupukan. Pupuk Urea dan SP-36, diberikan untuk mempercepat proses pertumbuhan batang dan daun. Pada saat proses pemupukan, dilakukan pengeringan sawah, agar mudah meresap sekaligus meminimalisir hama keong mas. “Kunci mengatasi hama keong mas adalah telaten untuk mengendalikan dengan memeriksa setiap petak sawah yang diserang agar tidak merembet ke petak yang lain,” papar Sukirman.

Petani lain, Tejo, memilih menanam varietas padi tahan keong mas, yaitu jenis Muncul. Padi yang tahan genangan air tersebut, memiliki ketahanan terhadap serangan hama keong mas. Meski demikian serangan keong mas masih tetap menimpa petak sawah miliknya. Tanpa upaya pengendalian yang baik, serangan hama keong mas bisa menurunkan produktivitas tanaman padi karena rumpun tanaman padi yang berkurang.

Lihat juga...