Metabolit Sekunder Efektif Kendalikan Hama Penggerek Buah Kakao

Admin

YOGYAKARTA, Cendana News – Hama Penggerek Buah Kakao (PBK) menjadi momok bagi para petani kakao di banyak daerah.

Hama PBK yang disebabkan oleh ulat atau larva ini menjadi ancaman utama bagi pertanian kakao.

Ulat atau serangga penggerek buah kakao ini menyerang buah kakao muda hingga tua, dan sulit diatasi.

Adapun gejala serangan PBK ini adalah kulit buah berwarna coklat muda atau warna tidak merata alias belang kuning hijau, dan masak awal.

Bila buah dibelah akan tampak bekas gerekan larva, biji-biji kakao saling melekat atau lengket dan berwarna kehitaman.

Biji tidak berkembang, berukuran kecil dan tidak bernas.

Serangan PBK bisa menyebabkan produksi panen turun hingga 50 persen, dan mutu kakao sangat buruk.

Namun, ada beragam cara untuk mengatasi serangan PBK tersebut. Mulai dari pemangkasan, penyarungan buah atau sarungisasi.

Dan, mengolesi buah muda dengan agensi hayati Beauveria bassiana.

Mengutip laman dinaspertaniankulonprogo, agensi hayati tersebut salah satunya bisa dengan metabolit sekunder APH Trichoderma.

Dinna Sukmawatie, AMd SP, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dinas Pertanian Kulon Progo, menjelaskan cara pembuatan metabolit sekunder tersebut.

Cara pembuatan metabolit sekunder APH Trichoderma, seperti berikut ini:

Rebus 4 bagian air cucian beras dan 1 bagian air kelapa tua, ditambah 10 gram gula pasir atau 1 sendok makan per liter campuran sampai mendidih.

Saring dan masukkan larutan tersebut langsung ke dalam jerigen steril dan tutup rapat.

Rendam jerigen dalam air dingin atau didiamkan sampai larutan dingin.

Setelah larutan dingin, masukkan larutan yang mengandung jamur dari kelapa, tongkol jagung atau ulat mati ke dalam jerigen.

Lalu, kocok mendatar jerigen selama 1-5 menit dengan interval minimum 4 kali selama 21-28 hari.

Larutan MS APH jamur siap digunakan dengan indikasi MS APH jamur berwarna seperti warna jamur isolate dan berbau fermentasi tapai.

Kemudian, kocok dengan menggunakan alat pengocok atau shaker.

Cara pembuatan metabolit sekunder (MS) APH Bakteri:

Rebus 100 gram (satu genggam) daging keong emas atau bekicot, ditambah 2 gram terasi dalam 1 liter air sampai mendidih seperti membuat kaldu.

Saring larutan kaldu keong emas dalam kondisi panas menggunakan saringan santan yang dilapisi kapas atau kain halus bersih.

Hasil saringan langsung masukkan ke dalam jerigen steril dan tutup rapat.

Rendam jerigen dalam air dingin atau didiamkan sampai larutan kaldu dingin.

Setelah larutan kaldu dingin, masukkan larutan jernih akar putri mal uke dalam jerigen.

Lalu, kocok mendatar jerigen selama 1-5 menit dengan interval minimum 4 kali selama 5 hari.

Larutan MS APH bakteri siap digunakan.

Lihat juga...